Pergerakan bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada akhir perdagangan bulan September setelah laporan data inflasi terbaru menunjukkan adanya pendinginan harga yang melampaui ekspektasi pasar. Di tengah tekanan kenaikan imbal hasil obligasi Treasury, sektor teknologi justru muncul sebagai satu-satunya penopang yang mencatatkan kinerja positif.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan data perdagangan bursa Wall Street, indeks utama Nasdaq Composite menjadi satu-satunya yang berhasil parkir di zona hijau dengan penguatan tipis sebesar 0,2 persen. Sebaliknya, indeks S&P 500 harus terkoreksi 0,3 persen, sementara Dow Jones Industrial Average merosot tajam lebih dari 400 poin atau sekitar 0,9 persen akibat aksi ambil untung.
Secara akumulatif sepanjang bulan September, kinerja bursa saham menunjukkan catatan yang kurang memuaskan bagi para investor. Indeks Dow Jones dan S&P 500 masing-masing membukukan kerugian bulanan sebesar 4,9 persen dan 0,7 persen, sementara Nasdaq masih mampu bertahan di zona positif dengan mencetak kenaikan bulanan sebesar 1,7 persen.
Laporan dari indeks Personal Consumption Expenditures yang menjadi acuan inflasi pilihan Federal Reserve memperkuat spekulasi bahwa bank sentral Amerika Serikat tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga. Berdasarkan analisis tim redaksi, para pelaku pasar kini memperkirakan peluang pelonggaran kebijakan moneter tetap terjaga meskipun tekanan dari sektor obligasi masih membayangi.
Kendati sektor teknologi mendulang angin segar, pasar secara keseluruhan tetap dihantui oleh ketidakpastian global serta volatilitas harga minyak dunia yang dipicu oleh konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah. Dinamika ini membuat para investor harus ekstra hati-hati dalam membaca arah kebijakan ekonomi makro ke depan.