Harapan besar agar lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, terus digaungkan. Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur secara khusus menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan moral di tengah operasi pencarian yang telah memasuki hari keempat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun, kegiatan spiritual tersebut dilangsungkan di Kantor PWI Jawa Timur pada hari Sabtu. Acara khidmat ini dipimpin langsung oleh Gus Bahar, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Seblak, Diwek, Jombang, serta dihadiri oleh Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim bersama jajaran pengurus lainnya.
Berdasarkan analisis dari pengamatan awak media, solidaritas sesama insan pers nasional sangat terasa kuat dalam menghadapi musibah ini. Kelima jurnalis yang belum ditemukan meliputi M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews.id, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, serta Donal seorang jurnalis lepas.
Para korban diketahui menaiki satu unit speedboat bersama tiga anak buah kapal sebelum akhirnya terputus komunikasi di kawasan rawan erupsi tersebut. Lutfil Hakim menyampaikan bahwa doa bersama ini merupakan wujud nyata kepedulian mendalam sekaligus ikhtiar batin agar rekan-rekan media segera ditemukan.
Sebagaimana dilaporkan oleh pihak penyelenggara, Lutfil menegaskan bahwa seluruh keluarga besar pers terus memantau perkembangan pencarian oleh tim SAR gabungan. "Kami keluarga besar PWI Jawa Timur berdoa dan berharap yang terbaik. Semoga Basarnas segera menemukan kelima jurnalis dan awak kapal dalam kondisi selamat," ujarnya.
Sementara itu, operasi pencarian intensif oleh tim SAR gabungan masih terus berlanjut dengan menyisir berbagai titik potensial seperti Pulau Sertung, Pulau Rakata, hingga Pulau Panjang menggunakan armada khusus. Meski hingga hari keempat belum membuahkan hasil signifikan, berbagai pihak tidak pernah berhenti memanjatkan harapan agar seluruh korban dapat segera berkumpul kembali dengan keluarganya.