Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengajak seluruh negara anggota BRICS untuk mentransformasikan setiap titik kerentanan menjadi peluang strategis demi memperkuat fondasi perekonomian global yang lebih berkeadilan. Ajakan tersebut diserukan secara langsung oleh kepala negara dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi BRICS 2026 yang berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi, India.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut pengamatan tim redaksi, langkah diplomasi ekonomi ini menegaskan komitmen Indonesia dalam mendorong kolaborasi lintas negara di tengah ketidakpastian geopolitik global yang kian dinamis. Prabowo menekankan bahwa fokus utama kerja sama internasional harus diarahkan pada aspek ketahanan, inovasi, serta keberlanjutan demi kesejahteraan masyarakat luas.
Sebagaimana dilaporkan dari lokasi kegiatan pada Minggu (14/9/2026), RI 1 menegaskan pentingnya kolektivitas dalam menghadapi berbagai ancaman struktural dunia modern. "Ketahanan kita harus memberikan manfaat bagi rakyat kita dan untuk memberikan manfaat bagi rakyat kita, kita harus mampu mengubah kerentanan kita menjadi peluang. Kelemahan kita menjadi kekuatan," ujar Prabowo di hadapan para pemimpin dunia.
Berdasarkan analisis awak media, posisi tawar Indonesia dalam forum strategis ini sangat relevan mengingat pengalaman nyata negara dalam menghadapi krisis iklim dan bencana alam. Sebagai negara kepulauan yang berada di jalur Cincin Api aktif, Indonesia secara konsisten harus berhadapan langsung dengan tantangan nyata seperti kenaikan permukaan air laut, anomali cuaca ekstrem, hingga aktivitas vulkanik yang tinggi setiap tahunnya.