Loading
Kabayan News Surabaya Kabayan News Surabaya
/home / berita / PFI Surabaya Nyalakan Lilin Harapan,...
BERITA

PFI Surabaya Nyalakan Lilin Harapan, Doakan Lima Jurnalis Korban Selat Sunda

By Dwi Intan Sulistiana • 1 min read • 11 September 2026
PFI Surabaya menyalakan lilin dan doa bersama untuk jurnalis hilang di Selat Sunda

PFI Surabaya menyalakan lilin dan doa bersama untuk jurnalis hilang di Selat Sunda

Aksi solidaritas kemanusiaan menyelimuti Kota Pahlawan ketika Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya menggelar acara doa bersama dan penyalaan lilin di Taman Apsari, Jalan Gubernur Suryo. Kegiatan yang berlangsung pada petang hari tersebut menjadi wujud empati mendalam atas insiden hilangnya lima jurnalis beserta awak kapal dan pemandu wisata di perairan Selat Sunda.

Berdasarkan analisis awak media, aksi keprihatinan ini tidak hanya sekadar ungkapan duka cita, tetapi juga memperlihatkan betapa tingginya risiko yang dihadapi para pekerja media saat menjalankan tugas peliputan di medan ekstrem. Para peserta yang hadir tampak duduk melingkar di ruang terbuka sambil membentangkan poster wajah rekan-rekan seprofesi mereka.

Sebagaimana dilaporkan dalam kegiatan tersebut, doa dipanjatkan secara khidmat dengan harapan agar tim SAR gabungan dapat segera menemukan para korban dalam keadaan selamat. Nama-nama jurnalis yang menjadi sorotan dalam pencarian meliputi Muhammad Bagus Khoirunas dari Antara, Arie Basuki dari merdeka.com, fotografer lepas Donal Husni, Yudhistiro Pranoto dari iNews, serta Daus dari Anadolu.

Melalui momentum solidaritas ini, komunitas pers di daerah berharap perhatian publik dan pemerintah tetap tercurah penuh pada proses pencarian di lokasi kejadian. Keselamatan dan perlindungan jurnalis di lapangan kembali menjadi isu krusial yang mengemuka di tengah duka mendalam yang menyelimuti dunia jurnalistik Indonesia.

Topics
pfi surabaya jurnalis hilang selat sunda anak gunung krakatau aksi solidaritas berita surabaya jurnalisme
Jurnalis Sosial & Budaya

Dwi Intan adalah jurnalis yang mengkhususkan diri pada isu-isu sosial, budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Lulusan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), ia memiliki kepekaan terhadap dinamika sosial budaya dan kearifan lokal. Tulisannya mengangkat cerita-cerita inspiratif dan isu-isu kemanusiaan.