Kawasan wisata Gunung Bromo kembali bernapas lega setelah amukan si jago merah yang melahap area savana akhirnya berhasil dikendalikan. Berdasarkan laporan di lapangan, titik api kebakaran hutan dan lahan di kawasan Jemplang, Kabupaten Malang, dipastikan telah padam sepenuhnya sejak hari Minggu siang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut keterangan Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Imam Sugiharto, kondisi di titik-titik utama kebakaran sudah dinyatakan steril dari lidah api terbuka terhitung sejak pukul 13.00 WIB. Kendati demikian, pengamatan dari tim awak media menunjukkan bahwa proses pendinginan masih harus dilakukan secara intensif.
Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, kobaran api sempat membesar secara drastis akibat terjangan angin kencang yang melanda kawasan tersebut sejak Sabtu sore. Situasi ini bahkan sempat memicu kepanikan wisatawan yang berada di sekitar area Bromo Hillside tatkala lidah api merembet dengan cepat mendekati zona kunjungan publik.
Menanggapi potensi bahaya susulan, pihak kepolisian bersama ratusan personel gabungan dari TNBTS, BPBD, TNI, Polri, serta unsur relawan langsung bergerak cepat melakukan penyisiran darat. Mengutip laporan resmi, upaya pemadaman dikerahkan secara maksimal menggunakan alat tradisional seperti gepyok, jet shooter, hingga armada mobil pemadam dan truk tangki air milik warga.
Berdasarkan analisis tim redaksi, tantangan terbesar dalam insiden karhutla kali ini adalah faktor cuaca ekstrem dan kencangnya embusan angin pegunungan yang kerap memicu bara sekunder. Oleh karena itu, aparat kepolisian dan tim gabungan terus bersiaga penuh guna memastikan tidak ada lagi titik api tersembunyi yang kembali membahayakan kelestarian ekosistem Bromo.