Aksi solidaritas menyalakan lilin dan doa bersama digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia Mojokerto di halaman Sekretariat PWI Mojokerto, Jalan Pekayon, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Kegiatan ini dihelat sebagai bentuk dukungan moral sekaligus ikhtiar batin menyusul peristiwa hilangnya kontak lima jurnalis bersama tiga awak kapal di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis tim redaksi, insiden ini kembali membuka mata publik mengenai tingginya risiko yang harus dihadapi oleh para pekerja media saat menjalankan tugas peliputan di lapangan. Cahaya lilin yang dinyalakan malam itu merepresentasikan asa yang tidak pernah padam dari rekan seprofesi agar seluruh korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Ketua PWI Mojokerto, Aminuddin Ilham, mengungkapkan bahwa aksi tersebut merupakan wujud nyata kepedulian antarsesama insan pers yang terus memantau perkembangan proses pencarian di lokasi kejadian. Sebagaimana dilaporkan, lima jurnalis yang hilang meliputi M Bagus Khoirunnas dari Antara Biro Banten, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta jurnalis lepas Donal Husni.
Selain dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota PWI, kegiatan kemanusiaan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan ORARI Kota Mojokerto serta Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto bersama dua komisionernya. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini menunjukkan bahwa empati dan rasa kemanusiaan mampu melampaui batas sekat-sekat profesionalisme kerja.
Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Dody Faizal, menyampaikan apresiasi mendalam atas gerak cepat PWI Mojokerto dalam merespons musibah yang menimpa para pewarta di Selat Sunda. Menurutnya, langkah sigap mengadakan doa bersama hanya dalam hitungan jam setelah kejadian membuktikan tingginya solidaritas sosial di kalangan wartawan daerah.