Suasana duka menyelimuti Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, tatkala jenazah Jarot Setiawan tiba di rumah duka pada Jumat siang. Pria berusia 50 tahun tersebut merupakan salah satu korban meninggal dunia dalam insiden tragis kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang menghantam perairan Laut Jawa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media dari laporan yang dihimpun, proses identifikasi korban kecelakaan laut kerap memerlukan waktu panjang karena petugas harus memastikan akurasi data melalui tes medis yang ketat. Dalam kasus Jarot, Tim DVI Polda Kalsel awalnya mengenali jenazah korban melalui barang bawaan yang melekat pada tubuhnya, yakni gelang di pergelangan tangan serta sweater yang dikenakannya.
"Yang pertama dari gelang. Kemudian juga dari sweater yang dikenakan Pak Lik," ungkap Saiful Anwar, keponakan korban yang juga pengemudi truk ekspedisi tersebut saat ditemui awak media di rumah duka.
Meskipun keluarga dan pihak kerabat telah mengenali barang-barang pribadi korban secara pasti, tim forensik tetap harus merampungkan proses verifikasi melalui tes DNA. Langkah ini diambil sebagai prosedur tetap untuk menghindari kesalahan identifikasi sebelum jenazah diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kecelakaan maut yang menimpa KM Virgo Transport 8 pada pertengahan September lalu menyisakan duka mendalam bagi dunia transportasi logistik nasional. Jarot sendiri diketahui baru menggantikan anaknya bekerja sebagai kernet truk ekspedisi selama kurang lebih satu setengah bulan, sebelum takdir berkata lain dalam pelayaran nahas tersebut.