Kebakaran melanda area terbuka Pabrik Gula (PG) Gempolkrep yang berada di Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, pada akhir pekan ini. Peristiwa tersebut menghanguskan tumpukan ampas tebu di sebelah barat pabrik dengan estimasi luas area yang terdampak mencapai sekitar satu hektare.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, insiden ini sempat memicu kekhawatiran warga sekitar mengingat besarnya kepulan asap yang membubung tinggi dari lokasi kejadian. Kendati demikian, pihak manajemen pabrik memastikan bahwa musibah ini sama sekali tidak melumpuhkan aktivitas operasional utama di dalam kompleks industri.
Humas PG Gempolkrep Taufan Pamungkas menegaskan bahwa lokasi ampas yang terbakar berada di luar gedung utama dan terpisah dari fasilitas penggilingan. "Proses produksi tidak berhenti karena tidak mengganggu proses produksi," ungkapnya saat memberikan keterangan resmi.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa tumpukan ampas tebu tersebut sengaja diletakkan di lahan terbuka akibat melimpahnya hasil produksi selama musim giling tahun ini, yang membuat kapasitas gudang penyimpanan internal sudah penuh. Rencananya, ampas di area terbuka itu akan digunakan pada akhir musim giling untuk kebutuhan finishing yang diperkirakan rampung antara Oktober hingga November.
Upaya penanggulangan langsung dilakukan secara intensif dengan mengerahkan sekitar lima hingga enam unit kendaraan pemadam kebakaran gabungan dari BPBD Kabupaten Mojokerto, Damkar Kota Mojokerto, serta dukungan dari perusahaan sekitar. Berdasarkan analisis awak media, respons cepat petugas gabungan berhasil melokalisir api sehingga tidak merembet ke fasilitas inti pabrik.