Empat unit rumah semi permanen yang juga berfungsi sebagai tempat usaha perajin tempe di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ludes dilalap si jago merah pada Rabu pagi. Berdasarkan laporan di lapangan, peristiwa nahas tersebut terjadi ketika para penghuni rumah sedang tidak berada di tempat lantaran pergi ke pasar untuk berjualan tempe.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan awak media, kobaran api dengan cepat membesar di kawasan yang tergolong padat penduduk tersebut sehingga memicu kepanikan warga sekitar. Warga yang menyadari adanya insiden kebakaran langsung bergotong royong melakukan upaya pemadaman secara mandiri menggunakan alat seadanya demi mencegah api merembet ke bangunan tetangga.
Dalam situasi yang mencekam tersebut, warga setempat hanya berhasil menyelamatkan beberapa harta benda berharga milik korban, di antaranya satu unit sepeda motor dan seekor sapi. Menurut kesaksian warga setempat bernama Ririn Winarni, amukan api yang terlalu besar membuat upaya pemadaman manual tidak membuahkan hasil hingga akhirnya petugas pemadam kebakaran dihubungi.
Menanggapi laporan darurat tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Ngawi langsung mengerahkan dua unit armada mobil pemadam ke lokasi kejadian guna menjinakkan api. Petugas pemadam kebakaran segera melakukan penyemprotan intensif untuk melokalisir api agar tidak meluas ke permukiman warga yang lain.
Joko Kartono selaku petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Ngawi menyatakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat usai menerima laporan darurat dari masyarakat. Berdasarkan analisis awal di lapangan, insiden kebakaran hebat ini diduga kuat dipicu oleh adanya korsleting arus pendek listrik dari salah satu bangunan.
Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan seluruh kobaran api dan melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara tersisa. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, kerugian material yang diderita pemilik rumah ditaksir mencapai angka ratusan juta rupiah.
Pihak kepolisian sektor setempat yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi dan melaksanakan olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Penyelidikan lanjutan ini diperlukan guna memastikan apakah dugaan awal korsleting listrik benar menjadi pemicu utama musibah yang menghanguskan tempat usaha perajin tempe tersebut.