Konflik panas di dunia tinju internasional kembali memanas setelah CEO UFC, Dana White, melontarkan respons provokatif terhadap ancaman hukum dari promotor Matchroom Boxing, Eddie Hearn. Perseteruan ini berpusat pada keterlibatan White dalam duel akbar antara Tyson Fury melawan Anthony Joshua yang dijadwalkan berlangsung di Cardiff pada 11 Desember mendatang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sebelumnya, Eddie Hearn secara terbuka menyatakan niatnya untuk melayangkan gugatan hukum terhadap Dana White. Menurut laporan awak media, kubu Joshua bersikeras bahwa kontrak awal secara tegas melarang pihak UFC maupun perusahaan induk TKO untuk ikut ambil bagian dalam mempromosikan atau mengatur jalannya pertandingan di luar ketentuan Inggris.
Menanggapi gertakan tersebut, Dana White dengan tegas mempertanyakan kapasitas sang promotor Inggris untuk menghalanginya. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, bos UFC itu sama sekali tidak gentar dan merasa bahwa rilis resmi dari platform penyiaran global telah mengukuhkan posisinya sebagai bagian dari promotor acara tersebut.
Menurut analisis dari berbagai sumber, ketegangan ini tidak hanya melibatkan masalah legalitas kontrak, tetapi juga ego pribadi serta tarik ulur kepentingan bisnis kelas berat. Hearn sebelumnya sempat mendesak agar White menjelaskan secara rinci keuntungan apa yang bisa didapatkan oleh Anthony Joshua maupun pihak Matchroom dari keterlibatan sang bos UFC.
Di sisi lain, Tyson Fury justru mengaku telah mencabut klausul yang melarang keterlibatan White dari kontrak pribadinya demi memuluskan kerja sama tersebut. Kendati demikian, masa depan pertarungan prestisius ini masih diliputi tanda tanya besar di tengah silang pendapat dan dinamika negosiasi di balik layar.