Suasana malam yang biasanya tenang di Desa Keras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, mendadak berubah mencekam pada Selasa malam. Warga sekitar dibuat berhamburan keluar rumah setelah mendengar teriakan panik yang memecah kesunyian malam akibat amukan si jago merah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pemilik rumah bernama Hanafi hanya bisa pasrah melihat bangunan berukuran 7,5 x 12 meter miliknya dilalap api. Berdasarkan analisis awak media, titik api yang diduga bermula dari bagian bawah dengan cepat merambat ke atap karena dipicu oleh hembusan angin kencang di lokasi kejadian.
Warga setempat yang menyadari kejadian tersebut langsung bergotong royong melakukan upaya pemadaman mandiri menggunakan alat seadanya. Namun, kencangnya angin membuat api semakin sulit dijinakkan hingga akhirnya warga memutuskan untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Komandan Regu Damkarla Jombang, Jayadinata Dwi Hatmaja, menyatakan bahwa pihaknya langsung mengerahkan satu unit armada pemadam begitu menerima laporan dari warga. "Beberapa warga mencoba melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya, tetapi api terus membesar," ujar Jayadinata.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung bergerak cepat menyemprotkan air ke titik api di tengah kepulan asap pekat. Berkat kesigapan petugas dan bantuan warga, api berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam waktu sekitar 40 menit.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari pihak berwenang, insiden kebakaran ini diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik. Akibat musibah tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian material hingga mencapai Rp30 juta tanpa adanya korban jiwa.