Revolusi belanja berbasis agen kecerdasan buatan atau AI kini menemui hambatan besar setelah Amazon memutuskan untuk memblokir Muse, aplikasi asisten belanja populer milik Meta. Berdasarkan laporan, langkah pemblokiran ini dilakukan kurang dari dua minggu setelah Muse resmi meluncur dan merajai daftar unduhan aplikasi gratis di Apple serta Google.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media, ketegangan ini menyoroti perebutan pengaruh masa depan perdagangan digital, di mana raksasa ritel berupaya mempertahankan kendali penuh atas hubungan dengan pelanggan. Amazon menyatakan bahwa aplikasi pihak ketiga yang melakukan transaksi atas nama pengguna harus beroperasi secara terbuka dan menghormati keputusan penyedia layanan untuk berpartisipasi.
Lebih lanjut, juru bicara Amazon menegaskan bahwa pihaknya tidak menyadari akses Muse ke toko mereka serta tidak pernah memberikan izin untuk mengakses akun pelanggan maupun memproses transaksi. Perusahaan mengutamakan masalah keamanan pengguna dan pengalaman berbelanja jangka panjang di atas potensi pendapatan jangka pendek yang mungkin hilang.
Di sisi lain, respons industri ritel terhadap agen belanja AI tampak terpecah karena perusahaan lain seperti Walmart dan Target justru memilih untuk bekerja sama dengan platform AI eksternal. Menurut pengamatan industri, ketegangan ini menciptakan pertanyaan mendasar mengenai siapa yang nantinya akan memegang kendali atas hubungan konsumen dalam era perdagangan cerdas.
Mengutip laporan dari berbagai sumber, pasar perdagangan digital Amerika Serikat yang dimediasi oleh AI diproyeksikan dapat mencapai nilai hingga satu triliun dolar pada tahun 2030 mendatang. Persaingan ketat antara platform besar ini dipastikan akan terus berlanjut seiring meningkatnya adopsi teknologi asisten belanja di tengah masyarakat.