Kawasan Jalan Soekarno Hatta di Kabupaten Tuban mendadak riuh oleh penertiban mendadak yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Berdasarkan pengamatan awak media, puluhan remaja yang asyik menggelar aksi balap liar tak berkutik saat petugas Satlantas Polresta Tuban mengepung lokasi dan menghentikan seluruh aktivitas berbahaya tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Operasi penertiban yang berlangsung pada Jumat sore tersebut merupakan respons cepat kepolisian atas banyaknya aduan warga yang merasa terganggu. Dari analisis tim redaksi, maraknya aksi balap liar ini tidak hanya meresahkan pengguna jalan umum, tetapi juga berpotensi memicu kecelakaan fatal yang mengancam keselamatan jiwa para pemuda itu sendiri.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tuban IPDA Rizky Dwi Prasetyo menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengerahkan personel ke lapangan usai menerima laporan masyarakat. "Dari banyaknya aduan masyarakat yang menyampaikan bahwa ada kegiatan balap liar di Jalan Soekarno Hatta yang sangat meresahkan masyarakat sekitar," ujarnya menegaskan.
Dalam operasi tegas tersebut, petugas berhasil mengamankan sebanyak 45 unit sepeda motor dari tangan para pelaku maupun penonton yang berada di lokasi. Seluruh kendaraan pelanggar langsung dikenai tindakan tilang, sementara para pemiliknya harus menjalani proses pembinaan lanjutan di Mapolresta Tuban bersama orang tua masing-masing.
Ada pemandangan unik dan menguras tenaga yang harus dijalani oleh para pelanggar sebelum tiba di kantor polisi. Mengutip laporan resmi petugas, para pemuda tersebut dipaksa berjalan kaki sambil menuntun sepeda motor kesayangan mereka sejauh kilometer dari lokasi penertiban.
"Tadi kami juga berikan sanksi olahraga dengan berjalan kaki dari lokasi ke Polresta Tuban," jelas IPDA Rizky terkait bentuk sanksi fisik yang diberikan kepada puluhan pemuda tersebut agar memberikan efek jera yang mendalam.
Meski memberikan sanksi tegas berupa penahanan kendaraan selama dua minggu, polisi tetap menunjukkan sisi humanis dengan menyediakan makan malam gratis. Berdasarkan keterangan narasumber, langkah tersebut diambil agar para pelanggar tidak kelelahan setelah menjalani hukuman fisik berjalan kaki menuju mapolres sambil menunggu kedatangan orang tua mereka.