Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menunjukkan tren positif pada perdagangan Kamis pagi. Berdasarkan pantauan pasar, mata uang Garuda berhasil mencatatkan penguatan tipis sebesar 16 poin dan membawanya ke level Rp17.871 per dolar AS di tengah dinamika ekonomi global yang dinamis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis dari pengamat pasar keuangan, ketahanan mata uang lokal tidak lepas dari solidnya fundamental makroekonomi domestik. Menurut Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede, stabilitas ini sangat dipengaruhi oleh posisi cadangan devisa nasional yang terjaga dengan baik sepanjang bulan sebelumnya.
Mengutip laporan resmi yang dihimpun, ketahanan rupiah didukung oleh posisi cadangan devisa Indonesia yang hanya turun tipis sebesar 0,2 miliar dolar AS menjadi 146,3 miliar dolar AS pada September 2026, meskipun terjadi net outflow di pasar portofolio. Demikian pernyataan Josua Pardede saat memberikan keterangan kepada awak media.
Lebih lanjut, dari analisis tim redaksi terhadap struktur cadangan devisa tersebut, posisi tersebut dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa. Faktor ini mengimbangi kewajiban pembayaran utang luar negeri yang jatuh tempo serta langkah intervensi stabilisasi dari Bank Indonesia.
Berdasarkan data Bank Indonesia, posisi cadangan devisa pada akhir September 2026 tersebut masih berada di level yang sangat aman. Angka itu setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor serta pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh melampaui standar kecukupan internasional yang umumnya sekitar 3 bulan impor.