Gelombang aksi unjuk rasa di lingkungan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel atau UINSA Surabaya belum juga mereda. Meskipun rektor sebelumnya telah resmi diberhentikan, mahasiswa memilih untuk tetap mempertahankan aksi penyegelan gedung rektorat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, keputusan tersebut diambil karena mahasiswa menilai pencopotan rektor bukanlah satu-satunya tujuan akhir dari gerakan protes yang mereka bangun selama beberapa hari terakhir.
Wakil Presiden BEM UIN Sunan Ampel, Fadlurrakhman Fazle Purwardana, menegaskan bahwa pihaknya akan terus menduduki area kampus sampai ada kepastian pengangkatan rektor definitif yang memiliki legitimasi penuh untuk mengambil kebijakan strategis.
"Kita lanjut menyegel kampus dan menduduki rektorat hingga rektor definitif ditetapkan," ujar mahasiswa yang akrab disapa Ale saat dikonfirmasi.
Menurut analisis awak media, desakan ini muncul lantaran mahasiswa memandang pelaksana tugas rektor yang ditunjuk saat ini tidak memiliki kewenangan struktural yang cukup untuk menyelesaikan persoalan krusial di tingkat universitas.
Lebih lanjut, Ale membeberkan bahwa aksi protes tersebut tidak akan berhenti begitu saja karena masih ada tujuh poin tuntutan utama yang wajib diselesaikan oleh pihak birokrasi kampus.
"Karena kita masih tetap akan memperjuangkan 7 tuntutan lainnya, dan PLT rektor tidak memiliki kapasitas untuk memenuhi tuntutan mahasiswa," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama untuk memberhentikan Akhmad Muzakki dari jabatannya setelah yang bersangkutan mengajukan surat pengunduran diri menyusul gelombang protes keras dari sivitas akademika.