Sebanyak 80 mahasiswa dari Surabaya dan Singapura menunjukkan aksi nyata melalui kolaborasi lintas negara untuk mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, petani, serta peternak lokal. Program kolaboratif bertajuk Learning Express 2026 ini memfokuskan perhatian pada upaya peningkatan efisiensi produksi dan pengembangan rantai nilai usaha warga di Kota Pahlawan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media, sinergi internasional seperti ini memberikan angin segar bagi sektor ekonomi kerakyatan yang kerap menghadapi kendala teknologi dan akses pasar. Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas sangat efektif dalam menjembatani kebutuhan riil di lapangan.
Pelaksanaan program pengabdian ini menempatkan dua lokasi utama sebagai pusat kegiatan, yaitu Kampung Semanggi di wilayah Benowo serta Jago Karah Farm di kawasan Jambangan. Di kedua tempat tersebut, para mahasiswa bahu-membahu membedah berbagai persoalan teknis yang selama ini menghambat produktivitas warga.
Di Kampung Semanggi, para mahasiswa mengkaji kendala yang dihadapi ratusan penjual pecel dan petani lokal, mulai dari sistem irigasi konvensional hingga proses panen manual. Sementara itu, perhatian di Jago Karah Farm difokuskan pada optimalisasi peternakan ayam perkotaan, penanganan pakan, serta pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Fasilitator Singapore Polytechnic, Lee Yoke King, mengungkapkan apresiasinya terhadap kerja sama yang terjalin erat dengan pihak UMSURA. "Kami juga bersyukur dapat bekerja berdampingan dengan mahasiswa dan fasilitator UMSURA sehingga dapat belajar dan berkarya bersama, serta membangun kepedulian terhadap masyarakat," ucapnya pada Rabu (30/9/2026).
Kepala Lembaga Riset, Inovasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat UMSURA, Arin Setyowati, menegaskan bahwa program ini menggunakan pendekatan design thinking agar mahasiswa mampu menyelami persoalan mendalam. "Melalui pendekatan design thinking, mahasiswa tidak sekadar datang untuk mengamati, tetapi diajak memahami tantangan nyata masyarakat dan menciptakan solusi inovatif," jelasnya.
Rektor UMSURA Prof Mundakir turut menambahkan bahwa kemitraan strategis dengan institusi luar negeri ini bertujuan mengasah kepekaan sosial sekaligus memperluas wawasan global mahasiswa. Pengalaman interaksi langsung dengan masyarakat diyakini mampu membentuk karakter lulusan yang tangguh dan solutif.
Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan tahapan co-creation dan presentasi prototipe karya mahasiswa dalam ajang Gallery Walk. Berbagai gagasan teknologi tepat guna yang dihasilkan diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan UMKM serta memperkuat ketahanan pangan lokal di Jawa Timur.