Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur kembali membawa dampak serius bagi warga. Berdasarkan pemutakhiran data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, krisis air bersih akibat kekeringan di Kabupaten Lamongan kini meluas secara signifikan dan mencakup puluhan wilayah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan resmi instansi terkait, wilayah yang terdampak kini bertambah menjadi 52 dusun yang tersebar di 34 desa dan 13 kecamatan. Perluasan ini menunjukkan peningkatan dari catatan sebelumnya yang hanya melibatkan 42 dusun di 12 kecamatan pada pertengahan September lalu.
Menanggapi kondisi darurat tersebut, pemerintah daerah bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik air bersih ke berbagai titik terdampak. Berdasarkan data dari Dinas Kominfo Lamongan, total pasokan air bersih yang telah digelontorkan mencapai angka 1,61 juta liter sejak akhir Juli hingga awal Oktober.
Kepala Dinas Kominfo Lamongan, Sugeng Widodo, menjelaskan bahwa suplai air bersih tersebut berasal dari berbagai sumber pendanaan terpadu. "Air bersih yang sudah terdistribusi berasal dari APBD Kabupaten Lamongan sebanyak 828.000 liter, ditambah dukungan APBD Provinsi Jawa Timur dan program tanggung jawab sosial perusahaan," ujarnya.
Dari analisis tim redaksi, masifnya distribusi bantuan ini masih harus diiringi dengan mitigasi jangka panjang mengingat potensi perluasan wilayah terdampak masih sangat tinggi. Pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah menunjukkan terdapat puluhan desa tambahan yang berstatus kritis dan langka air bersih.
Wilayah seperti Kecamatan Tikung dan Modo tercatat sebagai kawasan dengan tingkat kerawanan tertinggi karena memiliki belasan desa yang rentan mengalami krisis air. Mengantisipasi hal tersebut, pemerintah mengimbau warga segera memanfaatkan kanal darurat jika membutuhkan suplai air bersih.