Warga Kota Batu dan para wisatawan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemacetan parah menyusul digelarnya ajang akbar Festival Bantengan Nuswantara. Perhelatan budaya yang mengusung tema "18th Trance Festival 2026" ini dipastikan akan memadati sejumlah ruas jalan utama dan menarik perhatian ribuan pasang mata dari berbagai daerah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis tim redaksi, penyelenggaraan festival tahunan ini tidak hanya menjadi magnet pariwisata yang mendongkrak perekonomian lokal, tetapi juga membawa tantangan tersendiri bagi mobilitas perkotaan. Mengingat adanya irisan jadwal dengan beberapa agenda besar lainnya di wilayah hukum setempat, pengaturan mobilitas masyarakat menjadi prioritas utama pihak berwenang.
Mengantisipasi lonjakan volume kendaraan dan penumpukan penonton, Satlantas Polres Batu langsung bergerak cepat dengan merumuskan strategi rekayasa lalu lintas yang komprehensif. Sejumlah titik krusial di jantung kota dipastikan mengalami penutupan jalur guna steril dari kendaraan bermotor selama pawai budaya berlangsung.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Batu, AKP Matheus Jaka Iswantara, menegaskan bahwa penutupan jalur akan diberlakukan secara situasional di beberapa ruas jalan protokol utama. "Betul, kami akan memberlakukan rekayasa lalu lintas dan penutupan jalur selama kegiatan bantengan berjalan," ungkap Jaka saat memberikan keterangan kepada awak media.
Lebih lanjut dijabarkan bahwa penutupan tidak dilakukan secara menyeluruh di semua jalur, melainkan menerapkan sistem buka-tutup parsial. Ruas Jalan Panglima Sudirman dari arah Alun-Alun Kota Batu menuju Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, akan ditutup khusus untuk lintasan karnaval, sementara jalur sebaliknya masih dibuka untuk pengendara.
Sebagai solusi bagi pengguna jalan yang hendak melintas, pihak kepolisian telah menyiapkan jalur alternatif yang terintegrasi. Pengendara dari arah Kota Malang maupun Surabaya yang berencana menuju Kediri via Pujon disarankan melintasi jalur alternatif melalui Jalan Sultan Agung, Jalan Abdul Gani, hingga Jalan Suropati.
Rangkaian panjang Festival Bantengan Nuswantara sendiri telah dimulai sejak pertengahan pekan melalui berbagai agenda sakral dan pertunjukan seni kreatif di beberapa titik. Puncak kemeriahan acara ini dipusatkan pada karnaval budaya akbar yang melibatkan rute mulai dari Stadion Brantas, melintasi Titik Nol Alun-Alun Kota Batu, hingga berakhir di depan Rumah Dinas Wali Kota Batu.