Kabupaten Bojonegoro kembali bersiap memanjakan para pencinta kuliner tradisional melalui ajang akbar yang mengangkat warisan leluhur. Berdasarkan laporan yang dihimpun, Festival Ledre dijadwalkan akan dihelat pada tanggal 8 Oktober 2026 dengan memusatkan seluruh rangkaian kegiatan di Desa Gapluk, Kecamatan Purwosari.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Perhelatan ini bukan sekadar pameran kuliner biasa, melainkan sebuah langkah strategis untuk memperkuat identitas daerah. Camat Purwosari, Ike Widyaningrum, menjelaskan bahwa momentum tersebut juga dirangkaikan dengan pencanangan tiga wilayah sekaligus sebagai Kampung Ledre, yakni Desa Purwosari, Desa Gapluk, dan Desa Kuniran.
Dari analisis awak media, langkah penobatan kampung tematik ini dinilai sangat tepat untuk menjaga keberlangsungan industri rumahan di tengah gempuran produk modern. Melalui konsep pembinaan yang terpusat, para perajin lokal diharapkan mampu mengoptimalkan kualitas produk serta memperluas jangkauan pasar mereka secara berkelanjutan.
Salah satu agenda yang paling dinanti dalam festival ini adalah aksi demonstrasi pembuatan ledre secara massal. Sekitar 50 perajin lokal akan turun tangan langsung memperagakan tahapan pengolahan kudapan berbahan dasar pisang tersebut, memberikan pengalaman edukatif yang menarik bagi para pengunjung.
Selain atraksi pembuatan kue tradisional secara langsung, panitia juga menyiapkan pameran khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Berbagai produk unggulan dari masyarakat setempat turut dipamerkan guna mendongkrak promosi serta membuka peluang jejaring pemasaran yang lebih luas.
Ledre sendiri selama ini dikenal sebagai camilan khas berbentuk gulungan tipis dengan tekstur renyah yang sarat akan sejarah lokal. Seiring berjalan waktu, para perajin terus melakukan berbagai inovasi, mulai dari variasi rasa hingga kemasan yang lebih kekinian agar dapat diterima oleh selera pasar modern.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, perajin, dan sektor pariwisata ini berpotensi besar mengangkat sektor ekonomi kerakyatan. Kehadiran Kampung Ledre diharapkan mampu menjadi magnet baru bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata berbasis budaya dan kuliner di Bojonegoro.