Kecelakaan maut yang melibatkan sepeda motor dan mobil pikap terjadi di Jalan Raya Desa Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Insiden tragis tersebut merenggut nyawa seorang pengendara motor bernama Handoko (32) yang sehari-hari bekerja sebagai satuan pengamanan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis tim redaksi, peristiwa nahas ini bermula ketika korban sedang melakukan perjalanan seorang diri mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi S 3957 AJ. Korban diketahui berangkat dari kampung halamannya di Bojonegoro menuju tempat kerjanya yang berada di kawasan Krian, Sidoarjo.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto, Ipda M Jeepsal Putra, memaparkan bahwa korban melaju dari arah selatan ke utara atau dari Kecamatan Kutorejo menuju Kecamatan Bangsal. Setibanya di lokasi kejadian pada pagi hari, korban berusaha mendahului sebuah truk yang melaju searah di depannya melalui jalur sebelah kanan.
Namun, saat korban mengambil lajur kanan untuk menyalip, dari arah berlawanan melaju kencang kendaraan pikap Isuzu Traga bernomor polisi S 8157 NN yang dikemudikan oleh Priyono (42), warga asal Pacet, Mojokerto.
"Karena jarak sudah dekat, akhirnya Vario bertabrakan dengan pikap Traga," jelas Jeepsal kepada awak media.
Benturan keras antarkedua kendaraan tersebut tidak dapat dihindarkan, menyebabkan sepeda motor korban mengalami kerusakan parah pada bagian depan. Sementara itu, korban dilaporkan meninggal dunia seketika di lokasi kejadian akibat luka parah yang dideritanya.
Petugas kepolisian dari Satlantas Polres Mojokerto yang mendatangkan lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah petunjuk termasuk rekaman kamera pengawas atau CCTV. Jenazah korban kemudian dievakuasi menuju RS Sumberglagah, Pacet, Mojokerto.
"Benar, kondisi korban meninggal dunia," ungkap Jeepsal menegaskan status korban pascakecelakaan.
Dari hasil penyelidikan awal, pihak kepolisian menduga kecelakaan maut ini dipicu oleh kurangnya kehati-hatian pengendara motor saat hendak mendahului kendaraan lain tanpa memperhatikan situasi arus lalu lintas dari arah berlawanan.