Kisah sukses membanggakan kembali datang dari industri kreatif tanah air, di mana sebuah usaha kecil menengah asal daerah berhasil menembus ketatnya persaingan pasar global. Berawal dari sebuah langkah sederhana di gang sempit Kabupaten Gresik, Batik Bangsawan kini menjelma menjadi brand lokal yang produknya diminati pembeli mancanegara hingga ke Thailand dan New York.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Usaha kerajinan batik yang berpusat di Desa Legowo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik ini dirintis sejak tahun 2016 oleh Midhiatul Fitriyah bersama mendiang suaminya. Dengan segala keterbatasan modal serta pengalaman yang minim pada masa awal pendiriannya, pemilik yang akrab disapa Fitri tersebut harus belajar merintis proses produksi dan pemasaran secara mandiri.
"Saya ini didampingi dari nol. Dulu saya hanya berdagang. Alhamdulillah sekarang bisa seperti ini," ujar Fitri mengenang perjalanan awal merintis bisnisnya.
Mengutip laporan tim redaksi, transformasi luar biasa ini tidak dicapai dalam waktu singkat melainkan melalui proses konsisten selama hampir satu dekade. Peningkatan kualitas produksi, perluasan jalur distribusi, serta keaktifan mengikuti berbagai ajang pameran berskala nasional menjadi kunci utama kesuksesan ekspansi bisnis tersebut.
Perkembangan pesat ini juga tidak lepas dari dukungan strategis dunia industri melalui program pembinaan intensif. Sebagaimana dilaporkan, PT Petrokimia Gresik turut memberikan andil besar lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan dalam hal akses permodalan, pelatihan manajemen, hingga standardisasi.
Berdasarkan catatan prestasi bisnis, Batik Bangsawan sukses mengantongi sertifikasi Standar Nasional Indonesia pada tahun 2025. Pengakuan formal tersebut membuka lebar pintu partisipasi mereka dalam pameran bergengsi seperti Trade Expo Indonesia serta INACRAFT sebagai bagian dari mitra binaan Pupuk Indonesia Group.
Bagi Fitri, keikutsertaan dalam berbagai forum pameran pameran dagang bukan sekadar ajang transaksi jual beli semata, melainkan sarana krusial untuk memahami selera konsumen global. Pengalaman berharga tersebut membantunya mengemas produk agar memiliki daya saing tinggi di kancah internasional.
Melalui pemanfaatan kanal digital serta jaringan pameran yang luas, jangkauan pemasaran Batik Bangsawan kini melompat jauh melampaui batas wilayah lokal Gresik. Dari pasar domestik hingga pesanan rutin dari luar negeri kini mampu dikelola dengan baik oleh sembilan orang pekerja lokal.
Dari analisis awak media, keberhasilan UMKM ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara ketekunan pelaku usaha dan dukungan korporasi mampu melahirkan daya ungkit ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Dampak positif tersebut terlihat langsung dari penyerapan tenaga kerja dan perputaran roda ekonomi daerah.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Nuril Huda, menegaskan pentingnya komitmen pendampingan untuk melahirkan wirausaha tangguh. "Yang ingin kami dorong adalah bagaimana UMKM terus meningkatkan kapasitas dan kualitas produknya, kemudian tumbuh menjadi usaha yang semakin kuat dan memberikan multiplier effect bagi masyarakat," kata Nuril.
Menatap masa depan, Fitri berharap perjalanan panjang Batik Bangsawan dapat terus menginspirasi pelaku usaha kecil lainnya untuk berani bermimpi besar. Perjuangan dari gang sempit kini membuktikan bahwa karya lokal asal Gresik layak berdiri sejajar di panggung mode dunia.