Pemerintah Kabupaten Pamekasan menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat melalui sektor kesehatan. Berdasarkan laporan yang dihimpun, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman secara resmi menargetkan agar program Universal Health Coverage dapat mulai direalisasikan pada bulan November 2026.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Langkah strategis ini disampaikan langsung oleh bupati saat memberikan tanggapan atas usulan dari Fraksi PPP dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Pamekasan. Menurut pengamatan tim redaksi, penetapan target ini menjadi angin segar bagi warga setempat yang mendambakan akses layanan kesehatan yang lebih merata dan terjangkau.
Guna memastikan program tersebut berjalan mulus tanpa kendala administratif, pemerintah daerah menetapkan bulan Oktober 2026 sebagai fase krusial persiapan dan komunikasi intensif. Tahapan pengendapan data selama satu bulan penuh ini dinilai sangat penting sebelum sistem UHC diresmikan dan mulai beroperasi secara penuh.
Berdasarkan ketentuan regulasi yang berlaku, pelaksanaan UHC menuntut target cakupan kepesertaan masyarakat yang cukup tinggi, yakni mencapai 98 persen dengan tingkat keaktifan peserta minimal 80 persen. Angka ambisius ini tentu membutuhkan kerja keras serta sinergi yang kuat dari berbagai elemen lintas sektoral di wilayah tersebut.
Untuk mendongkrak capaian angka kepesertaan tersebut, Pemkab Pamekasan tidak hanya bertumpu pada anggaran pendapatan dan belanja daerah semata. Pemerintah daerah juga secara aktif mendorong keterlibatan para pengusaha lokal agar mendaftarkan para pekerjanya ke dalam program jaminan sosial.
‘Kedepan para pengusaha akan didorong untuk mendaftarkan karyawan mereka sebagai peserta BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan,’ ungkap KH Kholilurrahman menjelaskan strategi perluasan jangkauan perlindungan sosial tersebut.
Melalui kolaborasi strategis antara pemerintah dan dunia usaha ini, diharapkan target cakupan kepesertaan dapat terpenuhi dengan baik. Dengan demikian, impian masyarakat Pamekasan untuk mendapatkan jaminan kesehatan yang inklusif dapat segera terwujud dalam waktu dekat.