Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mencatat angka penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut di wilayahnya melonjak drastis hingga menyentuh 11.710 kasus sepanjang periode Januari sampai Agustus 2026. Berdasarkan analisis tim redaksi, lonjakan kasus ini sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca panas serta musim kemarau panjang yang memicu cepatnya penularan melalui udara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pamekasan Erlina menegaskan bahwa di tengah tingginya angka penderita tersebut, pihaknya belum menemukan adanya indikasi atau suspek virus influenza A di daerahnya. Mengutip pernyataan Erlina, "Kalau influenza A belum kami temukan di sini", meski eskalasi kasus serupa sedang marak terjadi di berbagai wilayah lain di Jawa Timur.
Sebagai langkah antisipasi dini, Dinas Kesehatan Pamekasan langsung menginstruksikan seluruh rumah sakit umum daerah, pusat kesehatan masyarakat, serta fasilitas layanan kesehatan lainnya untuk memperketat pengawasan. Berdasarkan laporan petugas di lapangan, skrining kesehatan kini digencarkan secara masif guna mencegah masuknya potensi penularan influenza A ke tengah masyarakat.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita dan anak-anak yang mendominasi sebagian besar kasus ISPA, untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan sederhana. Sebagaimana disarankan oleh Dinas Kesehatan Pamekasan, warga diminta kembali mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan segera mendatangi faskes terdekat jika merasakan gejala seperti batuk, pilek, serta demam.