Suasana khidmat dan haru menyelimuti Kantor Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan pada Jumat malam. Ratusan warga bersama para kader partai berkumpul untuk menggelar tahlil hari ketujuh, mendoakan kepergian maestro seni sekaligus tokoh nasional, Guruh Soekarnoputra.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media dari laporan yang dihimpun, kegiatan doa bersama ini tidak hanya dihadiri oleh jajaran pengurus dan kader partai, tetapi juga masyarakat luas yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati tersebut.
"Kami merasa sangat kehilangan. Sebagai bentuk cinta kami pada almarhum, kami gelar doa dan tahlil selama 7 hari berturut-turut," ujar Ketua DPC PDIP Bangkalan Lukman Hakim saat ditemui di lokasi acara.
Lukman menambahkan, dedikasi Guruh Soekarnoputra semasa hidup sangat luar biasa, terutama dalam melestarikan kebudayaan dan kesenian Nusantara. Almarhum dinilai sebagai sosok nasionalis sejati yang berjuang menghidupkan seni tari panggung serta pagelaran budaya Indonesia.
Kesan mendalam juga dirasakan oleh masyarakat umum yang tumbuh bersama karya-karya legendaris sang seniman. Sejumlah warga mengenang almarhum melalui alunan tembang lawas ciptaannya yang dinilai abadi dan terus menginspirasi generasi muda tanah air.