Kabar duka menyelimuti dunia politik dan kebudayaan Indonesia setelah berpulangnya Guruh Soekarnoputra, yang merupakan adik kandung Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sekaligus putra dari Sang Proklamator Bung Karno. Kehilangan ini dirasakan secara mendalam oleh seluruh kader partai, termasuk jajaran DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yang mengenang berbagai jasa serta pengabdian almarhum.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut Wakil Ketua PDIP Jatim Didik Prasetiyono, Indonesia telah kehilangan sosok tokoh bangsa yang mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk memperjuangkan kebudayaan, politik, serta menjaga kepribadian bangsa. Almarhum dinilai tidak hanya sekadar mewarisi nama besar sang ayah, melainkan sukses membangun jalan pengabdiannya sendiri sebagai seorang seniman dan kader partai yang loyal.
Berdasarkan catatan pengabdian politiknya, Guruh tercatat telah berbakti sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Timur selama lebih dari dua dekade. Wilayah seperti Surabaya, Sidoarjo, hingga daerah pemilihan Kediri, Blitar, dan Tulungagung pernah menjadi basis perjuangannya dalam menyuarakan aspirasi masyarakat di Senayan.
Tim redaksi mengamati bahwa konsistensi almarhum dalam menempatkan seni, musik, dan tari sebagai bentuk kecintaan terhadap Tanah Air merupakan manifestasi nyata dari ajaran trisakti Bung Karno. Semangat berkepribadian dalam kebudayaan tersebut senantiasa tercermin dalam setiap karya dan langkah perjuangan politik yang ia jalani semasa hidup.
Pihak PDIP Jatim mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga besar Bung Karno diberikan ketabahan. Pengabdian panjang yang telah diberikan oleh Guruh Soekarnoputra akan selalu dikenang sebagai bagian penting dari sejarah perjalanan bangsa dan masyarakat Jawa Timur.