Media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seorang anggota Satpol PP Surabaya diduga memberhentikan laju sebuah ambulans. Berdasarkan penelusuran awak media, ambulans tersebut diketahui sedang membawa jenazah menuju Sampang, Madura, pada Rabu (23/9/2026). Peristiwa ini sontak menarik perhatian publik dan memicu beragam komentar dari warganet.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menanggapi kegaduhan yang terjadi di ruang digital, Plt Kepala Satpol PP Surabaya, Irna Pawanti, bergerak cepat dengan memanggil anggota yang bersangkutan ke kantor. Langkah tegas ini diambil untuk mengumpulkan keterangan lengkap dan menyelidiki duduk perkara yang sebenarnya. Berdasarkan analisis tim redaksi, langkah cepat instansi terkait sangat penting guna meredam keresahan masyarakat.
Menurut keterangan resmi yang disampaikan oleh Irna, insiden bermula ketika petugas melihat kaca spion ambulans dalam kondisi tertutup. Berniat memberikan peringatan demi keselamatan, petugas tersebut berusaha menegur sang pengemudi. "Petugas kami juga mengetuk kaca. Dia meminta tolong untuk dikecilkan dulu sirenenya, sambil teriak ini mau dibuka nggak ininya," ujar Irna dalam keterangannya pada Jumat (25/9/2026).
Lebih lanjut dijelaskan bahwa petugas yang bersangkutan hendak memastikan kondisi muatan di dalam ambulans, apakah sedang membawa pasien sakit atau jenazah. Saat kejadian, anggota tersebut sedang dalam perjalanan menuju kantor untuk berdinas pada shift malam. Kendati demikian, situasi di lapangan menjadi runyam akibat adanya miskomunikasi antara kedua belah pihak.
Persoalan pelik ini akhirnya menemui titik terang setelah dilakukan proses mediasi di Kecamatan Bulak dengan didampingi oleh perangkat wilayah serta jajaran samping. Dalam forum tersebut, anggota Satpol PP secara kesatria menyampaikan permohonan maaf langsung kepada pengemudi ambulans. Kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan dan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Sebagai tindak lanjut dari insiden ini, pihak Satpol PP Surabaya berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajarannya. Seluruh personel diingatkan agar senantiasa mengedepankan sikap humanis serta komunikasi yang efektif saat bertugas di lapangan, khususnya ketika menghadapi kendaraan prioritas yang membawa kepentingan darurat.