Dunia tinju kelas berat kembali diguncang oleh pernyataan kontroversial dari petarung asal Inggris, Tyson Fury, yang secara terbuka mengklaim bahwa duel akbarnya melawan kompatriotnya, Anthony Joshua, resmi batal terlaksana. Berdasarkan laporan dari berbagai media olahraga internasional, petarung berjuluk "Gypsy King" tersebut meluapkan kekesalannya melalui media sosial setelah negosiasi panjang menemui jalan buntu terkait kepastian tempat penyelenggaraan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Ketegangan antara kedua kubu utamanya dipicu oleh perbedaan pandangan mengenai venue pertarungan yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini. Kubu promotor Arab Saudi dan platform penyiaran global menginginkan agar mega duel tersebut manggung di Madison Square Garden, New York, Amerika Serikat. Di sisi lain, pihak Anthony Joshua bersikeras agar pertarungan prestisius itu digelar di Britania Raya sesuai dengan klausul kontrak awal yang telah disepakati.
Menanggapi situasi yang kian tak menentu tersebut, dari analisis awak media terlihat bahwa Fury sengaja memanfaatkan tekanan psikologis untuk mempercepat kejelasan keputusan dari kubu lawan. Melalui video bernada emosional di akun Instagram pribadinya, petinju berusia 38 tahun itu melontarkan kritik pedas dengan menyebut rivalnya, Anthony Joshua, menarik diri dari kesepakatan setelah bertahun-tahun wacana pertemuan mereka mengapung di permukaan publik.
Tidak berhenti pada kecaman terhadap Joshua, Fury secara mengejutkan langsung mengalihkan bidikannya ke arah petinju asal Ukraina, Oleksandr Usyk. Pemegang sabuk juara dunia terdahulu itu ditantang untuk melakoni duel trilogi penutup tahun setelah sebelumnya sempat dua kali mengalahkan Fury. Menurut pengamatan tim redaksi, langkah taktis ini diambil Fury sebagai opsi instan agar jadwal bertandingnya di penghujung tahun tetap aman di tengah kacaunya negosiasi Britania Raya.
Di tengah kisruh pernyataan pembatalan tersebut, dinamika negosiasi sejatinya sempat menunjukkan secercah harapan ketika promotor Eddie Hearn mengumumkan pembukaan kembali dialog untuk menggelar pertarungan di Wembley Stadium. Kendati demikian, manuver provokatif yang dilancarkan secara konsisten oleh kubu Tyson Fury membuktikan bahwa drama di luar ring tinju kelas berat sering kali berjalan jauh lebih panas daripada aksi fisik di atas kanvas.