Keputusan penting diambil oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya terkait aksi protes yang telah berlangsung sepekan terakhir. Mulai Senin, 28 September 2026, mahasiswa memutuskan untuk membuka kembali segel yang sebelumnya menutup akses di dua lokasi kampus utama, baik yang berada di Jalan Ahmad Yani maupun kampus 2 di Jalan Gunung Anyar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut penjelasan dari Wakil Presiden DEMA UINSA Surabaya, Fadlurrakhman Fazle Purwardana, pembukaan segel fasilitas umum dan gedung perkuliahan dilakukan atas dasar pertimbangan kemanusiaan serta kebutuhan akademik mahasiswa. Berbagai fasilitas penunjang seperti laboratorium di Fakultas Kedokteran, Teknik, dan Psikologi dinilai sangat mendesak untuk dioperasikan kembali guna mendukung kegiatan praktikum.
Selain itu, pengawasan terhadap bahan-bahan kimia berbahaya di laboratorium menjadi alasan krusial lain di balik keputusan tersebut. "Kami akan membuka segel itu besok, mungkin mulai pagi sudah kami buka dan akan dialihkan ke Gedung Rektorat. Dua kampus sekaligus," ujarnya saat ditemui di kampus 1 UINSA, Minggu (27/9/2026).
Kendati segel di area perkuliahan resmi dicabut, aksi perlawanan mahasiswa tidak surut begitu saja. Berdasarkan pengamatan dan analisis awak media, fokus tekanan kini dialihkan sepenuhnya ke Gedung Rektorat yang akan diisolasi secara ketat. Seluruh akses menuju gedung tersebut ditutup rapat sebagai bentuk desakan keras kepada pihak Senat dan Kementerian Agama agar segera menetapkan rektor definitif.
Sebelumnya, aksi penyegelan massal ini telah dimulai oleh DEMA UINSA sejak Senin (21/9/2026). Selama sepekan masa penyegelan berjalan, pihak mahasiswa tetap memberikan toleransi dengan tidak melumpuhkan seluruh aktivitas internal secara total, di mana proses perkuliahan dan akses tenaga pendidik masih diizinkan melalui jalur alternatif.