Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia secara resmi memulai rangkaian Kick Off Manasik Haji Akbar serta Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah 2026. Acara berskala nasional ini dipusatkan di Stadion Wilis, Kota Madiun, dan dijadwalkan berlangsung meriah selama tiga hari hingga 27 September 2026.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, agenda pembukaan yang dipimpin langsung oleh Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan ini menarik perhatian publik luas. Tidak hanya berfokus pada kesiapan spiritual calon jemaah, acara ini juga membawa misi besar untuk menggerakkan roda perekonomian nasional melalui pemberdayaan sektor usaha mikro.
Dalam keterangannya, Gus Irfan menegaskan pentingnya pelaksanaan manasik sejak dini agar para calon jemaah memiliki kemandirian serta pemahaman mendalam mengenai rukun dan wajib haji. "Kita ingin jemaah mandiri dan paham rukun wajib haji. Perbedaan pandangan fikih juga kita selesaikan di tanah air lewat manasik ini," ujarnya saat memberikan sambutan di lokasi.
Selain aspek peribadatan, analisis awak media mencatat adanya strategi ekonomi baru yang diusung pemerintah dalam ekosistem haji dan umrah. Pemerintah berupaya keras agar besarnya perputaran uang dalam penyelenggaraan ibadah haji dapat memberikan dampak kesejahteraan langsung bagi masyarakat di tanah air.
Salah satu langkah konkret yang didorong adalah memperbesar porsi penggunaan produk dalam negeri guna memenuhi berbagai kebutuhan logistik jemaah selama berada di Tanah Suci. Melalui ajang pameran ini, para pelaku usaha lokal diberikan ruang luas untuk memperkenalkan produk unggulan sekaligus menjajaki peluang masuk ke dalam rantai pasok global.
Meskipun peluang tersebut sangat menjanjikan, Gus Irfan tidak menampik bahwa realisasinya di lapangan menemui sejumlah tantangan serius. Berbagai produk pangan dan barang asal Indonesia harus mampu melewati serangkaian regulasi ketat serta standar kualitas yang berlaku di Arab Saudi.
Kendala lain yang turut menjadi sorotan adalah tingginya biaya logistik serta jalur transportasi internasional yang memerlukan perhitungan bisnis secara cermat. Pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait terus berkoordinasi agar pengiriman komoditas lokal ini tetap efisien dan kompetitif.
Penyelenggaraan expo di Kota Madiun ini pun dinilai sukses menjadi momentum strategis bagi daerah dalam membangkitkan potensi ekonomi kerakyatan. Selama akhir pekan ini, Stadion Wilis bertransformasi menjadi pusat interaksi antara edukasi keagamaan dan perluasan jaringan bisnis bagi para pelaku UMKM.