Kabar gembira datang bagi masyarakat kepulauan di Kabupaten Sumenep seiring dengan langkah progresif pemerintah daerah dalam menghadirkan sarana transportasi udara yang memadai. Wilayah terpencil seperti Pulau Masalembu dipastikan bakal segera memiliki bandara yang aktif kembali untuk melayani penerbangan perintis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan dari Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Perhubungan Sumenep, saat ini proses pembuatan serta penyempurnaan landas pacu atau air strip tengah dikebut. Langkah strategis ini diambil guna membuka aksesibilitas yang lebih cepat dan efisien bagi mobilitas warga kepulauan.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Perhubungan Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengungkapkan bahwa pihaknya secara intensif terus berkoordinasi dengan berbagai otoritas terkait. Upaya tersebut mencakup pengurusan registrasi ulang ke Kementerian Perhubungan agar operasional bandara memenuhi standar legalitas.
"Kami berkoordinasi dengan otoritas Bandara Juanda terkait persyaratan pengaktifan kembali Bandara Masalembu. Kami juga sudah berkomunikasi dengan Dirjen Perhubungan Udara, kemudian Kementerian Perhubungan, termasuk juga dengan Bandara Trunojoyo," ujar Dadang.
Dari analisis awak media, pengaktifan kembali bandara ini menjadi angin segar mengingat perjalanan laut menuju Pulau Masalembu dari Pelabuhan Kalianget membutuhkan waktu yang cukup panjang, yakni sekitar 14 jam dalam kondisi cuaca normal. Kehadiran pesawat perintis diproyeksikan menjadi alternatif moda transportasi vital yang memangkas waktu tempuh.
Lebih lanjut, pemenuhan fasilitas pendukung keselamatan penerbangan seperti windsock atau alat pengukur kecepatan angin serta pembangunan pagar pembatas juga sedang diselesaikan. Pemerintah daerah menargetkan seluruh persiapan fisik maupun administratif ini rampung dan siap beroperasi pada bulan Oktober mendatang.
Sebagai informasi, fasilitas penerbangan tersebut terletak di Desa Sukajeruk, Kecamatan Masalembu, di atas lahan milik PT Elnusa Tbk. Kolaborasi strategis antara Pemkab Sumenep dan korporasi tersebut diharapkan mampu mendongkrak konektivitas serta perekonomian masyarakat kepulauan secara berkelanjutan.