PT ASDP Indonesia Ferry Persero mengambil langkah strategis guna mengatasi masalah kemacetan menahun yang kerap melanda kawasan Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, proyek ambisius ini berfokus pada pembangunan jembatan penghubung yang mengintegrasikan Dermaga Bulusan dengan Dermaga Landing Craft Machine atau LCM.
Dermaga Bulusan selama ini berfungsi sebagai area penyangga kendaraan berukuran besar saat terjadi lonjakan arus, sementara Dermaga LCM menjadi tumpuan utama bagi truk logistik raksasa seperti truk tronton dan gandeng.
Melalui infrastruktur baru tersebut, pihak pengelola berupaya memindahkan seluruh titik antrean kendaraan agar langsung masuk ke dalam kawasan pelabuhan tanpa harus meluber ke jalan raya umum.
"Pastinya kita mengurai kemacetan yang ada di depan, di jalan pelabuhan ke depan. Artinya memindahkan semua antrean masuk ke dalam pelabuhan," ujar General Manager ASDP Ketapang, Media Syahrianto, saat menjelaskan efektivitas skema baru ini.
Kendati demikian, rencana besar tersebut saat ini masih dalam tahap penggodokan yang melibatkan koordinasi intensif bersama Pemkab Banyuwangi dan Pemprov Jawa Timur terkait desain teknis serta sumber anggaran.
Mengutip laporan dari hasil koordinasi lapangan, proyek ini juga berdampak pada sekitar 24 bangunan warga di sekitar lokasi yang berdiri di atas lahan milik pemerintah daerah dan provinsi.