Pasar keuangan global kembali dikejutkan oleh langkah masif raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Nvidia, yang resmi mengumumkan program pembelian kembali atau buyback saham senilai USD 150 miliar. Keputusan strategis ini mendongkrak total otorisasi buyback perusahaan hingga menembus angka USD 235 miliar yang berlaku hingga 2028 mendatang. Berdasarkan analisis tim redaksi, langkah agresif ini mencerminkan dominasi finansial Nvidia yang belum tertandingi di tengah masifnya ekspansi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sejak tahun 2025, Nvidia tercatat secara konsisten menyerap kembali saham beredarnya dengan nilai yang jauh melampaui pencapaian raksasa teknologi lain seperti Apple, Alphabet, hingga Meta. Sepanjang paruh pertama tahun fiskal 2027, perusahaan sukses menggelontorkan dana hingga USD 39 miliar khusus untuk buyback saham. Pengamat pasar menilai langkah korporasi ini tidak hanya memperkecil jumlah saham beredar di pasaran, tetapi juga secara otomatis mendongkrak nilai laba per saham bagi para investor setia yang telah lama menanamkan modalnya.
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari berbagai sumber keuangan, CEO Nvidia Jensen Huang menegaskan bahwa aksi korporasi ini merupakan bukti nyata atas keyakinan perusahaan terhadap masa depan komputasi terakselerasi. "Keputusan ini merefleksikan kepercayaan penuh kami terhadap peluang jangka panjang serta kapasitas finansial perusahaan yang luar biasa," ungkap Huang dalam keterangan resminya. Analis Wall Street menilai valuasi Nvidia saat ini tergolong sangat kompetitif dan murah jika dibandingkan dengan pertumbuhan arus kas operasionalnya yang fantastis, menjadikannya salah satu instrumen paling atraktif di bursa saham global.