Fasilitas kesehatan hewan di Jawa Timur kembali mengalami peningkatan signifikan setelah Rumah Sakit Hewan Banyuwangi resmi meluncurkan unit layanan khusus penyakit dalam dan bedah. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, langkah strategis ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam Universitas Airlangga untuk memberikan standar perawatan medis terbaik bagi hewan kesayangan maupun satwa liar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berlokasi di kompleks Rumah Sakit Hewan Banyuwangi Jalan RA Kartini Nomor 56, fasilitas anyar ini dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap penanganan medis hewan yang jauh lebih spesifik dan komprehensif. Berdasarkan laporan awak media, unit tambahan tersebut mencakup lima bidang utama meliputi penyakit dalam, bedah, reproduksi, nutrisi, hingga patologi anatomi.
Dalam peresmian yang bertepatan dengan rangkaian Peringatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengungkapkan bahwa kehadiran fasilitas medis modern ini akan memperkuat posisi Rumah Sakit Hewan Banyuwangi sebagai pusat rujukan utama kesehatan hewan. "Unit tambahan ini melengkapi layanan kesehatan yang sebelumnya sudah ada di Rumah Sakit Hewan Banyuwangi," ujar Ipuk Fiestiandani.
Lebih lanjut, Ipuk Fiestiandani menambahkan bahwa keberadaan fasilitas medis canggih ini juga akan memberikan dampak positif yang luas bagi penanganan ekosistem satwa liar di wilayah setempat. Mengingat letak geografis Banyuwangi yang dikelilingi oleh tiga kawasan taman nasional, fasilitas ini diyakini mampu menunjang kinerja Badan Konservasi Sumber Daya Alam dalam menangani kasus darurat pada fauna secara cepat dan tepat.
Dari sisi kesiapan tenaga medis, unit layanan ini dipastikan beroperasi secara optimal dengan dukungan sepuluh dokter hewan profesional yang memiliki keahlian spesifik di bidangnya masing-masing. Dekan FIKKIA Universitas Airlangga Dr. Rahadian Indarto Susilo menjelaskan bahwa fasilitas tersebut siap menangani berbagai kasus medis kompleks mulai dari operasi caesar untuk hewan yang kesulitan melahirkan secara normal, penanganan tumor, hingga tindakan medis untuk kasus patah tulang.
Selain peluncuran unit layanan bedah dan penyakit dalam, rangkaian acara peringatan tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan bakti sosial berupa layanan kesehatan gratis bagi hewan peliharaan warga. Pemerintah setempat turut menyiapkan sebanyak 400 dosis vaksin rabies serta ratusan paket vitamin dan obat cacing yang didistribusikan langsung melalui Rumah Sakit Hewan Banyuwangi serta empat pusat kesehatan hewan di berbagai wilayah.