Peluang bintang Real Madrid Kylian Mbappe untuk merengkuh trofi prestisius Ballon d'Or mendapatkan ganjalan serius dari mantan kepala penyelenggara penghargaan tersebut, Pascal Ferre. Menjelang malam penganugerahan di London Palladium pada 26 Oktober mendatang, Ferre dengan tegas menyatakan bahwa penyerang asal Prancis itu tidak akan menjadi pilihannya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media, performa individu Mbappe sebenarnya tergolong luar biasa setelah mencetak 42 gol dari 44 penampilan bersama Real Madrid pada musim lalu, serta menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Dunia. Kendati demikian, absennya gelar juara di level klub menjadi batu sandungan terbesar bagi sang penyerang dalam persaingan memperebutkan bola emas.
Sebagaimana dilaporkan dalam berbagai sumber, Pascal Ferre menjelaskan bahwa sepak bola tetaplah olahraga tim yang mengutamakan kolektivitas dan prestasi bersama. Menurut Ferre, seorang pemain terbaik dunia seharusnya mampu membawa timnya meraih kemenangan dan trofi, sehingga kegagalan mempersembahkan gelar menunjukkan bahwa performa yang diberikan masih belum cukup kuat.
Dalam pandangannya, bintang muda Barcelona Lamine Yamal serta penyerang Bayern Munich Harry Kane berada di posisi yang jauh lebih diunggulkan untuk memenangkan penghargaan tahun ini. Yamal diprediksi menjadi kandidat terkuat setelah sukses mengawinkan gelar La Liga dan prestasi gemilang di turnamen internasional dalam tahun yang sama.
Mengutip laporan dari media Spanyol, situasi kurang menyenangkan ini turut memicu spekulasi seputar masa depan Mbappe bersama Los Blancos di tengah rumor ketertarikan klub Premier League Liverpool. Kendati masih menunjukkan ketajaman di awal musim ini, dinamika perebutan Ballon d'Or dipastikan akan terus menjadi sorotan utama pencinta sepak bola dunia.