Zinedine Zidane akhirnya resmi kembali ke dunia kepelatihan dengan mencatatkan debut manis bersama tim nasional Prancis. Mengawali kiprahnya di ajang UEFA Nations League, juru taktik berpengalaman tersebut sukses membawa Les Bleus meraih kemenangan krusial dengan skor tipis 1-0 saat bertandang ke markas Turki.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan awak media, keputusan taktis yang diterapkan oleh sang pelatih langsung membuahkan hasil positif di paruh kedua pertandingan. Zidane secara cerdik menggeser posisi Kylian Mbappe ke sisi kiri penyerangan, sementara Ousmane Dembele diberi peran sentral untuk memimpin lini depan sekaligus menjadi motor pressing tim.
Strategi perubahan formasi ini terbukti ampuh dalam meredam dominasi lini tengah lawan sekaligus menguasai jalannya laga secara keseluruhan. Penguasaan bola skuad asuhan Zidane bahkan mencapai angka dominan, yang membuat lini pertahanan tuan rumah kewalahan sepanjang 90 menit pertandingan berjalan.
Gol pemecah kebuntuan tim tamu akhirnya lahir pada menit ke-54 melalui aksi ciamik sang kapten andalan. Memanfaatkan ruang kosong di sisi kiri kotak penalti setelah menerima umpan matang dari Michael Olise, Mbappe melepaskan tembakan keras akurat yang gagal diantisipasi oleh penjaga gawang Turki, Ugurcan Cakir.
Kendati mendominasi penguasaan bola, perjuangan skuad asuhan pelatih berusia 54 tahun tersebut tidak dilalui dengan mudah begitu saja. Berdasarkan analisis tim redaksi, lini pertahanan Prancis sempat beberapa kali berada di bawah tekanan hebat sebelum akhirnya mampu mengamankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Keberhasilan menjaga cleansheet dan mengunci tiga poin penuh ini menuai banyak pujian dari berbagai kalangan pengamat sepak bola internasional. Jules Kounde selaku bek sayap andalan turut memberikan pandangannya mengenai intensitas tinggi yang diinstruksikan oleh sang pelatih baru di atas lapangan.
"Kami mengerahkan intensitas permainan yang sangat tinggi dan target utama kami adalah mengamankan kemenangan, meskipun laga ini sama sekali tidak berjalan mudah," ungkap Kounde dikutip dari laporan media olahraga.
Kemenangan perdana ini tidak hanya memperlihatkan sentuhan dingin Zinedine Zidane dalam meracik strategi, tetapi juga memberikan angin segar bagi ambisi besar Prancis di turnamen elite Eropa. Dengan fondasi taktik pressing ketat yang mulai dibangun, Les Bleus diyakini akan menjadi tim yang semakin berbahaya pada laga-laga selanjutnya.