Insiden kekerasan terjadi di lingkungan legislatif Kabupaten Malang, Jawa Timur, ketika seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menjadi korban pemukulan oleh warga di kompleks Gedung DPRD Kabupaten Malang pada hari Jumat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media dan rekaman video yang beredar, kericuhan ini bermula dari perdebatan alot antara warga bernama Hadi Wiyono atau yang akrab disapa Pak Dur dengan sejumlah anggota dewan terkait tuntutan pembukaan akses penuh Bendungan Lahor.
Ketegangan kian memuncak ketika dialog menemui jalan buntu karena warga bersangkutan menuntut DPRD Kabupaten Malang mengambil tindakan terhadap Perum Jasa Tirta (PJT) I, meski telah dijelaskan bahwa instansi tersebut merupakan mitra kerja DPR RI.
Situasi di luar gedung semakin tak terkendali ketika Zulham Mubarak, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, yang awalnya berniat melerai justru terlibat aksi saling lempar umpatan dengan pemrotes.
"Saya kepancing emosi juga, Pak Dur terus menerus mengumpat, saya sudah coba menenangkan tapi dipancing terus," ungkap Zulham menjelaskan situasi panas saat kejadian.
Aksi adu mulut tersebut berujung pada kontak fisik berupa tandukan berulang kali ke arah kepala Zulham, yang mengakibatkan korban mengalami luka robek di bibir, memar di wajah, serta benjolan di kepala.
Menanggapi insiden ini, tim redaksi menilai peristiwa tersebut mencerminkan tingginya eskalasi emosi dan kurangnya komunikasi dua arah yang efektif antara konstituen dan wakil rakyat dalam merespons aspirasi publik.
Akibat luka-luka yang dideritanya, korban saat ini masih harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan untuk pemulihan kondisi kesehatan pasca-penganiayaan.