Sosok di balik bocornya dokumen rahasia yang menyeret Manchester City ke meja hijau akhirnya buka suara setelah penantian panjang. Rui Pinto, sang whistleblower dari platform Football Leaks, menyambut baik vonis bersalah yang dijatuhkan terhadap klub raksasa Premier League tersebut setelah bertahun-tahun hidup di bawah perlindungan kepolisian.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sebagaimana dilaporkan oleh berbagai media internasional, dokumen konfidensial yang dibocorkan Pinto pada tahun 2018 silam menjadi fondasi awal bagi otoritas sepak bola Inggris untuk mengusut dugaan pelanggaran aturan finansial. Akibat aksinya tersebut, ia sempat mendekam di dalam penjara sebelum akhirnya harus berpindah-pindah tempat aman demi keselamatan jiwanya.
Mengutip laporan yang beredar, Pinto menyebut keputusan komisi independen ini sebagai tonggak sejarah baru bagi persepakbolaan Inggris yang memvalidasi seluruh tindakannya di masa lalu. Ia menilai bahwa apa yang dilakukan oleh manajemen klub peraih treble winner tersebut bukan sekadar melanggar aturan, melainkan merusak sistem integritas kompetisi secara sistematis.
Dalam keterangannya, ia menyatakan bahwa "manipulasi finansial dan rekayasa terstruktur tersebut akhirnya berbuah sanksi setimpal yang akan berdampak sangat masif bagi The Cityzens". Berdasarkan pengamatan tim redaksi, pernyataan ini mempertegas betapa krusialnya peran dokumen bocor tersebut dalam membongkar dapur pacu finansial klub-klub elite Eropa.
Sementara itu, pihak Manchester City tetap bersikeras menyatakan diri tidak bersalah dan bersiap melayangkan banding atas putusan yang menjerat mereka. Di sisi lain, ancaman hukuman berat mulai dari denda fantastis, pengurangan poin ekstrem, hingga potensi degradasi kini menghantui masa depan klub asuhan Pep Guardiola tersebut.