Krisis besar tengah melanda Manchester City setelah komisi independen Premier League secara resmi mempublikasikan hasil investigasi yang menyatakan klub tersebut bersalah atas 114 dakwaan. Tuduhan ini mencakup manipulasi pendapatan sponsor, penyembunyian biaya operasional, pembayaran staf di luar catatan resmi, hingga keengganan untuk bekerja sama dengan pihak penyelidik selama bertahun-tahun.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan dari berbagai media, desakan dari klub-klub rival agar Manchester City dijatuhi hukuman terberat semakin menguat. Sebagaimana dilaporkan oleh jurnalis sepak bola, sanksi pengurangan poin saja dianggap tidak lagi memadai mengingat skala pelanggaran yang masif, sehingga opsi mendepak klub dari kompetisi kasta tertinggi Inggris kini menjadi perbincangan nyata.
Dari analisis awak media, proses banding yang akan ditempuh oleh Manchester City diprediksi akan berjalan sangat terjal dan berbeda dari kasus-kasus sebelumnya di tingkat UEFA. Sejumlah figur sepak bola ternama juga ikut melontarkan kecaman keras atas skandal ini, menilai bahwa pelanggaran dalam skala besar tersebut mencederai integritas kompetisi Liga Inggris secara keseluruhan.
Meskipun pihak manajemen Manchester City terus bersikeras mempertahankan klaim tidak bersalah dan bersiap melayangkan upaya banding, masa depan mereka di Premier League berada di ujung tanduk. Berdasarkan aturan yang berlaku, sanksi mulai dari larangan transfer, pengurangan poin, hingga pencoretan resmi dari liga kini menjadi opsi terbuka bagi otoritas sepak bola Inggris.