Ketua Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa klub asal Manchester tersebut dapat membuktikan diri tidak bersalah. Sikap tegas ini disampaikan menyusul keputusan Premier League yang menyatakan The Citizens bersalah atas 114 dakwaan pelanggaran aturan keuangan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan resmi klub, kasus hukum yang melibatkan pelanggaran aturan financial fair play ini mencakup kurun waktu selama sembilan tahun dari 2009 hingga 2018. Kendati demikian, pihak manajemen klub menegaskan bahwa proses hukum masih berjalan dan mereka siap menghadapi tahapan lanjutan.
Melalui surat terbuka yang diunggah di laman resmi klub, Al Mubarak menceritakan pengalamannya selama 18 tahun membersamai perjalanan skuad Etihad. Ia meminta para pendukung setia untuk tetap tenang di tengah gelombang kritik serta pemberitaan masif yang mendiskreditkan prestasi klub.
"Premier League masih memiliki proses yang panjang, dan keyakinan serta niat kami untuk membuktikan bahwa klub ini tidak bersalah tetap sekuat saat masalah ini dimulai," ungkap Al Mubarak dikutip dari surat terbukanya kepada para suporter.
Mengutip laporan tim redaksi, manajemen klub juga menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan hukum yang ketat meskipun banyak pihak luar yang langsung menarik kesimpulan negatif. Pihak klub berjanji akan terus berjuang demi menjaga nama baik dan momentum kejayaan yang telah dibangun bertahun-tahun.
Meski dihadapkan pada bayang-bayang sanksi berat dan potensi tindakan hukum lanjutan dari klub-klub papan atas Liga Inggris lainnya, para petinggi klub tetap menunjukkan optimisme tinggi. Fokus utama tim saat ini adalah kembali menghadapi rangkaian jadwal berat di kasta domestik maupun Eropa usai jeda internasional.