Insiden mengejutkan kembali mencoreng panggung tenis profesional dunia ketika petenis unggulan asal Rusia, Daniil Medvedev, secara resmi didiskualifikasi dari babak semifinal ajang China Open 2026 yang berlangsung di Beijing. Berdasarkan laporan dari tim redaksi, peristiwa kontroversial tersebut terjadi ketika Medvedev berhadapan dengan rival beratnya, Novak Djokovic, di Diamond Court pada Senin (5/10).
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media, petenis peringkat lima dunia itu meluapkan rasa frustrasinya dengan memukul bola ke arah belakang lapangan saat tertinggal dari Djokovic dengan skor 7-5, 5-3. Sialnya, bola tersebut memantul liar menembus udara dan telak menghantam mata seorang penonton di barisan depan tribun penonton, membuat korban langsung meringis kesakitan sebelum akhirnya dilarikan keluar arena.
Mengutip laporan pertandingan, petenis berusia 30 tahun tersebut langsung mendekati ofisial turnamen untuk menyampaikan pembelaan dan permohonan maaf terbuka. Akibat insiden fatal tersebut, seluruh perolehan poin peringkat serta hadiah uang senilai 166.000 poundsterling yang seharusnya didapatkan dari babak semifinal dinyatakan hangus dan batal diterima.
Menanggapi insiden yang memancing sorotan tajam publik ini, mantan juara US Open asal Amerika Serikat, Andy Roddick, angkat bicara melalui siniarnya. Sebagaimana dilaporkan, Roddick mendesak pihak otoritas tenis internasional untuk segera merevisi dan memperjelas regulasi terkait sanksi diskualifikasi agar tidak lagi menyisakan ruang interpretasi atau penilaian subjektif wasit di lapangan.
"Mari buat aturan yang tegas dan jelas sehingga tidak lagi mengandalkan penilaian yang rumit, jika Anda memukul orang lain di luar permainan, Anda langsung keluar lapangan," tegas Roddick dalam komentarnya. Ia juga menambahkan bahwa tindakan tegas harus diterapkan tanpa memandang apakah insiden tersebut disengaja atau murni merupakan sebuah kecelakaan.
Di sisi lain, Novak Djokovic yang melenggang otomatis ke babak final turut melontarkan rasa simpatinya terhadap apa yang dialami oleh sang lawan. Mengingat dirinya pernah merasakan situasi serupa di US Open 2020, pemilik 24 gelar Grand Slam tersebut menyatakan bahwa insiden tersebut murni sebuah ketidaksengajaan yang memilukan bagi kedua belah pihak.