Dunia militer tanah air kembali berduka menyusul insiden tragis yang merenggut nyawa seorang prajurit muda TNI Angkatan Udara bernama Serda Ahmad Muzammil Farisa. Almarhum ditemukan meninggal dunia di asrama pada hari Kamis dini hari, yang kemudian diketahui dilatarbelakangi oleh dugaan tindak kekerasan dari sejumlah oknum seniornya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan keterangan ayah korban, Toni Eko Prasetyo, musibah bermula dari hal yang sangat sepele yakni persoalan pesanan makanan yang tidak sesuai. Korban yang diminta membeli mi kuah justru membawa pulang mi goreng, yang diduga memicu kemarahan emosional dari empat orang senior berinisial Serda MTSA, Serda JM, Serda MAD, dan Serda AH.
Mengutip laporan dari pihak keluarga, dugaan penganiayaan tersebut bahkan terjadi dalam dua gelombang waktu yang berbeda di lingkungan asrama. Pihak keluarga pertama kali mendapat kabar duka dari rekan korban yang sempat mengeklaim bahwa almarhum tewas akibat kecelakaan, sebelum akhirnya kebenaran soal dugaan penganiayaan terungkap setelah jenazah diautopsi di Jakarta.
Berdasarkan analisis tim redaksi, kasus ini menyoroti kembali urgensi pengawasan melekat serta evaluasi total terhadap pembinaan internal agar rantai kekerasan junior dan senior dapat diputus secara tuntas. Terlebih lagi, pihak keluarga dan publik mendesak agar institusi militer mengusut tuntas perkara ini secara transparan tanpa pandang bulu.
Sementara itu, pihak Polisi Militer TNI Angkatan Udara atau Pomau bergerak cepat dengan memeriksa keempat terduga pelaku serta mengumpulkan berbagai barang bukti pendukung. Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana memastikan bahwa proses hukum akan berjalan secara objektif dan profesional sesuai regulasi yang berlaku.