Suasana duka mendalam masih menyelimuti kediaman keluarga Serda Ahmad Muzammul Farisa di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Berdasarkan laporan yang dihimpun, anggota TNI Angkatan Udara tersebut berpulang dalam situasi tragis yang diduga akibat tindakan kekerasan atau penganiayaan oleh seniornya saat bertugas di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Di mata keluarga besar, almarhum dikenal sebagai pribadi yang sangat santun, tenang, dan murah senyum kepada siapa saja. Salah satu anggota keluarga, Warsini, mengungkapkan bahwa karakter pendiam tersebut bahkan sudah melekat pada diri Ahmad sejak masa kanak-kanaknya.
Menurut keterangan Warsini, almarhum merupakan sosok yang sangat menyayangi keluarganya dan kerap meluangkan waktu untuk pulang ke Magetan di sela-sela kesibukan tugasnya. Meskipun dikenal tidak pernah menceritakan masalah pribadi atau kendala di tempat kerja, almarhum tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial maupun olahraga bersama warga sekitar.
Di sisi lain, dari analisis mendalam yang dilakukan awak media atas peristiwa ini, kasus dugaan kekerasan senior di lingkungan militer kembali menjadi sorotan tajam publik. Publik mendesak adanya transparansi dan pembenahan pengawasan internal demi menghentikan rantai kekerasan serupa di masa mendatang.
Menanggapi musibah ini, ayah almarhum, Toni Eko Prasetyo, menyampaikan tuntutan tegas agar aparat penegak hukum memproses kasus ini secara transparan dan adil. Pihak keluarga berharap keempat oknum senior yang diduga terlibat dalam insiden maut tersebut dijatuhi hukuman setimpal sesuai dengan perbuatan mereka.