Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian seni tradisional melalui ajang tahunan yang kini semakin menyedot perhatian luas. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, antusiasme pelajar dari berbagai jenjang pendidikan menunjukkan tren positif yang membanggakan di tengah gempuran budaya modern.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Tahun ini, penyelenggaraan Festival Gamelan Kahuripan keempat mencatatkan lonjakan partisipasi yang signifikan dengan hadirnya 33 grup peserta. Jumlah tersebut mengalami peningkatan pesat sebanyak 10 grup jika dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang hanya diikuti oleh 23 kontingen.
"Alhamdulillah pada tahun keempat ini peserta yang ikut lebih banyak. Artinya, minat generasi muda akan kesenian gamelan ini juga meningkat," jelas Ketua Dewan Kesenian Daerah Sidoarjo Ribut Wijoto saat memberikan sambutan di Pendopo Delta Wibawa.
Mengusung tema khusus mengenai eksplorasi pendengaran dan meditasi melalui alunan gamelan Jawa, festival ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk kebolehan bermusik. Menurut analisis awak media, kegiatan ini berfungsi strategis sebagai ruang pembelajaran budaya yang mendalam bagi para peserta didik.
Lebih lanjut, Ribut mengingatkan kembali bahwa eksistensi gamelan telah mendapat pengakuan resmi dari UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang turut memperkaya peradaban umat manusia. Perjalanan panjang instrumen tradisional ini juga mencatat sejarah penting, termasuk pemanfaatannya oleh Walisongo sebagai media dakwah Islam di Nusantara.
Dari sudut pandang filosofis, gamelan merepresentasikan hubungan spiritual yang erat antara manusia dengan Sang Pencipta. Hal tersebut menjadikan gamelan sebagai elemen tak terpisahkan dari denyut kehidupan masyarakat dari masa ke masa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Ridho Prasetyo yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa festival ini merupakan titik temu antara dunia seni, pendidikan, dan generasi penerus bangsa.
"Festival Gamelan Kahuripan ini bukan hanya sekadar pertunjukan seni semata, tetapi juga ajang mempertemukan seni, pendidikan, masyarakat, dan generasi muda dalam satu semangat agar kesenian tetap hidup, dipelajari, dikembangkan, dan diwariskan," terang Ridho.
Pihak Dinas Pendidikan menilai bahwa proses bermusik dalam karawitan sarat akan nilai pembentukan karakter, mulai dari kebersamaan, kedisiplinan, hingga kepekaan menjaga harmoni kelompok. Nilai-nilai luhur tersebut dianggap krusial untuk membentengi generasi muda agar tetap memiliki akar budaya yang kuat.
Pemerintah daerah memastikan akan terus menggalerkan kolaborasi lintas sektor guna memperkuat ekosistem kebudayaan di Sidoarjo. Melalui langkah konsisten ini, gamelan diharapkan senantiasa menjadi sumber inspirasi segar bagi lahirnya karya-karya seni baru di masa depan.