Di saat sebagian besar anak muda seusianya menghabiskan waktu luang untuk bersantai, nongkrong di kafe, dan menikmati gaya hidup urban, Nanda Putra Mahkota justru mengambil jalur hidup yang berbeda. Pemuda asal Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, ini memantapkan tekad untuk fokus memiliki aset properti sejak dini.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media dari laporan yang dihimpun, pemuda yang kini baru menginjak usia 20 tahun tersebut berhasil mewujudkan mimpinya lewat program Kredit Pemilikan Rumah atau KPR subsidi dengan jangka waktu cicilan selama dua puluh tahun. Keputusan besar ini diambilnya tanpa melibatkan bantuan keuangan dari orang tua, murni dari hasil keringatnya sendiri.
Sehari-hari bekerja sebagai seorang kurir, Nanda harus disiplin menyisihkan sebagian penghasilannya kurang lebih sebesar Rp 1.054.000 setiap bulan demi melunasi cicilan rumah tersebut hingga usianya menginjak 40 tahun kelak. Tekad kuat ini rupanya telah tertanam di dalam dirinya sejak ia lulus sekolah pada usia 17 tahun.
"Ya karena pengen punya sendiri, Mas, sebenarnya," ungkap Nanda saat ditemui usai mengikuti prosesi akad massal KPR subsidi di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi.
Sebelum memutuskan mengambil langkah finansial yang cukup serius di usia muda, Nanda mengaku sempat melakukan perhitungan cermat terkait kemampuan finansialnya. Ia memastikan bahwa besaran cicilan bulanan tersebut masih berada dalam batas aman jangkauan pendapatannya, termasuk dengan memanfaatkan penghasilan tambahan dari lembur.
"Bisa enggak ya bayare? Ketumpuk-tumpuk, ngono. Tapi menurut aku ini ya aman lah," ujar Nanda menjelaskan pertimbangan matang yang dilaluinya sebelum mantap menandatangani kontrak kredit kepemilikan rumah tersebut.