Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa para pelajar sekolah menengah di Kabupaten Mojokerto kembali bertambah. Berdasarkan laporan terbaru dari otoritas kesehatan setempat, jumlah total siswa yang mengalami gejala keracunan kini mencapai 45 orang setelah adanya tambahan pasien baru.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan informasi yang dihimpun, penambahan pasien ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dyan Anggrahini Sulistyowati. Menurut keterangannya, seorang siswa baru kembali mendatangi fasilitas kesehatan dengan keluhan medis serupa.
"Tadi siang ada yang baru masuk satu orang dari SMPN 1 Mojoanyar," terang Dyan Anggrahini Sulistyowati saat memberikan keterangan kepada awak media pada Kamis.
Lebih lanjut, Dyan menjelaskan bahwa siswa tambahan tersebut langsung mendapatkan penanganan medis intensif di Puskesmas Gayaman. Keluhan yang dirasakan korban meliputi pusing, sakit perut, mual, muntah, hingga diare yang identik dengan gejala korban sebelumnya.
Analisis dari tim redaksi menunjukkan bahwa insiden ini bermula dari menu makanan bergizi gratis yang dibagikan kepada para siswa beberapa waktu lalu. Menu berupa sate ayam lengkap dengan saus kacang dan pelengkap lainnya diduga menjadi pemicu karena sempat tercium aroma tak sedap serta berasa asam.
Menanggapi kejadian ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto masih terus melakukan investigasi mendalam untuk memastikan akar permasalahan dari insiden tersebut. Penyelidikan diarahkan untuk memeriksa rantai pasok makanan yang didistribusikan oleh pihak penyedia jasa boga kepada belasan sekolah di wilayah tersebut.