Rencana besar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) kubu Muhamad Taufik untuk menggelar ajang Parapatan Luhur (Parluh) di Kota Madiun akhirnya harus kandas di tengah jalan. Agenda yang sejatinya dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 27 September 2026 tersebut terpaksa diurungkan karena berbagai kendala pelik di lapangan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan oleh Muhamad Taufik, penundaan ini tidak terlepas dari adanya sikap diskriminatif serta tindakan berlebihan yang ditunjukkan oleh oknum aparat keamanan dan Forkopimda setempat. Salah satu bentuk perlakuan tidak adil tersebut terlihat dari pembatalan sewa penginapan atau hotel secara sepihak bagi para peserta yang berniat hadir dengan baik-baik.
Tim redaksi menilai situasi ini mencerminkan tingginya ketegangan di tingkat lokal, di mana pihak penyelenggara merasa diperlakukan secara tidak proporsional. Menurut pengamatan awak media, langkah penundaan ini diambil sebagai upaya pencegahan agar gesekan di lapangan tidak semakin melebar dan memicu instabilitas keamanan yang lebih luas di Kota Madiun.
Menanggapi situasi tersebut, Taufik dengan tegas menyatakan bahwa keputusan mundur ini sama sekali bukan cerminan dari sebuah kekalahan organisasi. Sebaliknya, langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari strategi perjuangan serta komitmen kuat untuk tetap mengupayakan penyelenggaraan Parluh secara resmi dan bermartabat ke depannya.
Lebih lanjut, pihak kepemimpinan PSHT kubu Taufik juga mengimbau kepada seluruh anggotanya di berbagai daerah agar tetap menjaga kepala dingin, memegang teguh ajaran luhur organisasi, serta tidak mudah terpancing oleh provokasi pihak luar. Para anggota diajak untuk terus menebarkan kemanfaatan sosial sesuai prinsip memayu hayuning bawana di tengah masyarakat.