Kasus dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Kabupaten Sidoarjo mencatatkan lonjakan signifikan. Berdasarkan data terbaru yang dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo hingga Jumat, total korban yang terdampak kini telah menyentuh angka 748 orang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis tim redaksi, masifnya jumlah korban ini berkaitan langsung dengan luasnya cakupan distribusi makanan yang disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kalitengah ke berbagai lembaga pendidikan. Mayoritas korban yang terdiri dari para pelajar dan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam sebelumnya mengonsumsi menu harian berupa nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, sayur buncis baby corn, serta buah apel.
Kepala Dinkes Kabupaten Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina menjelaskan bahwa sebagian besar pasien kini sudah berangsur pulih dan kembali ke rumah masing-masing. "Sebanyak 728 pasien telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan, sementara 20 pasien masih menjalani rawat inap atau MRS," ujarnya.
Menanggapi insiden luar biasa ini, Badan Gizi Nasional mengambil langkah tegas dengan memberhentikan pejabat penanggung jawab dapur umum terkait. "Sudah, begitu kejadian, dapurnya tidak dioperasionalkan, kepala dapurnya dicopot," tegas Wakil Kepala BGN Trenggono usai menjenguk korban di RSUD Notopuro Sidoarjo bersama Menteri PPPA Arifah Fauzi.
Sementara itu, otoritas kesehatan setempat telah mengamankan sejumlah sampel bahan makanan serta muntahan pasien untuk diuji secara laboratoris demi mengungkap pemicu utama keracunan. Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di sekitar lokasi dikerahkan secara maksimal untuk memantau pemulihan para korban secara berkala.