Suasana duka dan kepanikan mendalam menyelimuti posko pengungsian di Gedung Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu. Sejumlah keluarga korban musibah pelayaran terus berdatangan untuk mencari kepastian nasib sanak saudara mereka yang turut menjadi penumpang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi di lokasi, salah satu warga asal Gresik bernama Devi tampak terpukul saat mengetahui kejanggalan pada data resmi. Ia menyebutkan bahwa suaminya bersama rekan kerjanya tidak terdaftar dalam dokumen manifest kapal yang dipegang oleh petugas.
Nama suami saya tidak ada di manifest, namanya Deni Tristiawan, umur 35 tahun, kata Devi saat memberikan keterangan kepada awak media di posko informasi.
Devi menambahkan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui secara pasti terkait kepemilikan tiket pelayaran tersebut. Suaminya diketahui hanya berpamitan untuk berangkat berlayar pada Sabtu malam sebelum insiden nahas itu terjadi.
Tadi saya tanya petugas di depan, katanya nama suami dan teman-temannya belum ada di manifest, ujarnya dengan nada cemas.
Musibah kebakaran hebat yang melanda kapal jenis Ro-Ro milik PT Atosim Lampung Pelayaran tersebut terjadi di perairan utara Pulau Sapudi. Berdasarkan laporan darurat, kapal yang mengangkut ratusan penumpang serta kendaraan logistik ini mengalami kebakaran hebat hingga memicu kepanikan massal di tengah laut.
Hingga saat ini, pihak keluarga korban masih bertahan di posko informasi sambil menanti kejelasan proses evakuasi. Sementara itu, tim SAR gabungan terus bersiaga melakukan penyisiran dan penanganan medis lanjutan bagi para korban selamat.