Ratusan domba berukuran jumbo dari berbagai penjuru Jawa Timur tumpah ruah memadati Kawasan Wonorejo Terpadu, Kabupaten Lumajang, pada Selasa, 29 September 2026. Berdasarkan pengamatan awak media, ajang bergengsi ini mempertemukan berbagai jenis domba unggulan mulai dari ras lokal hingga hasil persilangan berkualitas tinggi seperti Merino dan Texel yang siap unjuk gigi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Antusiasme para peternak terlihat sangat tinggi dengan kehadiran peserta yang datang dari sejumlah kota dan kabupaten tetangga seperti Banyuwangi, Batu, Malang, hingga Pasuruan. Setibanya di arena, domba-domba tersebut dikelompokkan sesuai kelasnya masing-masing sebelum akhirnya ditimbang satu per satu secara bergantian oleh panitia penyelenggara.
Berdasarkan laporan dari panitia, berat badan maksimal menjadi salah satu indikator utama dalam menentukan penilain pemenang kontes ini. Selain aspek bobot, tim juri juga melakukan pemeriksaan ketat terhadap kondisi kesehatan fisik secara keseluruhan serta tingkat keserasian postur tubuh domba.
Kegiatan rutin ini diinisiasi langsung oleh Asosiasi Peternak Domba Lumajang atau yang dikenal sebagai APDL. Menurut analisis tim redaksi, ajang semacam ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana kompetisi semata, tetapi juga menjadi strategi jitu bagi para peternak lokal untuk memperluas jaringan relasi bisnis sekaligus mendongkrak nilai jual ternak mereka di pasaran.
Ketua Panitia Kontes Domba Asriafi Thoriq menjelaskan bahwa acara ini memang dirancang khusus untuk mewadahi para peternak di seluruh Jawa Timur. "Tujuannya memfasilitasi peternak di Jawa Timur untuk melebarkan relasi, serta menjalin silaturahmi," ujar Asriafi Thoriq saat ditemui di lokasi kegiatan.
Demi meraih hasil terbaik dalam ajang adu bobot ini, para peserta tentu tidak datang dengan persiapan setengah-setengah. Perawatan intensif telah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya, mulai dari pemberian pakan bernutrisi tinggi, rutin memandikan hewan, hingga penambahan konsentrat khusus.
Salah satu peserta bernama Rudi bahkan sukses mencuri perhatian publik dengan membawa domba berjenis Texel yang memiliki bobot fantastis mencapai 80 kilogram. "Jenisnya Texel, beratnya 80 kilogram perawatannya pakan yang bagus, dimandikan serta diberi konsentrat," ungkap Rudi menceritakan rahasia perawatan ternaknya.
Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras para peternak, pihak penyelenggara telah menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi para juara. Para pemenang berhak membawa pulang piagam penghargaan resmi, trofi bergilir, serta sejumlah uang pembinaan untuk mendukung perkembangan peternakan mereka.