Loading
Kabayan News Surabaya Kabayan News Surabaya
/home / berita / TSI Prigen Gelar IAPVC ke-35, Dorong...
BERITA

TSI Prigen Gelar IAPVC ke-35, Dorong Konservasi Lewat Visual

By Faris Mahmud Wardany • 2 min read • 11 Januari 2025
Kompetisi IAPVC ke-35 di Taman Safari Indonesia Prigen Pasuruan

Kompetisi IAPVC ke-35 di Taman Safari Indonesia Prigen Pasuruan

Dunia fotografi satwa tanah air kembali berdenyut melalui perhelatan akbar International Animal Photo Video Contest atau IAPVC yang kini telah memasuki usia ke-35. Penyelenggaraan ajang prestisius tersebut berlangsung meriah di Taman Safari Indonesia atau TSI Prigen, Kabupaten Pasuruan, dengan membawa misi krusial pelestarian lingkungan.

Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kompetisi ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk gigi para kreator visual, melainkan sebuah instrumen strategis untuk menyampaikan pesan ekologis kepada khalayak luas. Manajemen TSI menilai bahwa kekuatan visual mampu menjembatani kesadaran publik agar lebih peduli terhadap nasib berbagai satwa endemik Nusantara yang kian terancam.

Presiden Direktur Taman Safari Indonesia, Aswin Sumampau, menjelaskan bahwa fokus utama dalam penilaian karya peserta bukan terletak pada keunikan jenis hewannya, melainkan seberapa kuat pesan konservasi yang terpancar dari karya tersebut. Hal ini diungkapkannya saat memberikan keterangan pers di hadapan awak media di kawasan TSI Prigen.

Berdasarkan catatan manajemen, perhelatan IAPVC pada tahun-tahun sebelumnya sukses memikat antusiasme luar biasa dengan mencatatkan sekitar 9.000 peserta dan belasan ribu karya visual. Menyadari tren positif tersebut, pihak penyelenggara optimis edisi ke-35 ini mampu mendulang partisipasi yang jauh lebih masif guna memperluas jangkauan edukasi satwa.

Komitmen terhadap perlindungan keanekaragaman hayati terus dibuktikan oleh pengelola melalui berbagai program konservasi intensif di berbagai unit operasional. Di TSI Prigen sendiri, puluhan spesies burung serta program penyelamatan trenggiling mendapatkan perhatian khusus, di samping upaya penyelamatan satwa langka lain seperti badak, elang jawa, komodo, hingga gajah Sumatra.

Dari analisis awak media, langkah proaktif yang diambil pihak TSI dalam menghadapi potensi ancaman lingkungan, seperti kebakaran hutan di sekitar kawasan Gunung Arjuno, menunjukkan keseriusan penuh dalam menjaga keselamatan satwa. Personel serta fasilitas pengamanan disiagakan secara optimal untuk mengantisipasi risiko bencana alam di sekitar area konservasi.

Founder Taman Safari Indonesia, Jansen Manansang, menambahkan bahwa pemanfaatan satwa melalui medium fotografi terbukti efektif dalam membangun kedekatan emosional antara manusia dan dunia satwa liar. Melalui karya seni tersebut, masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta, kepedulian, serta keinginan kuat untuk melindungi kelangsungan hidup satwa demi masa depan ekosistem bumi.

Topics
iapvc taman safari indonesia tsi prigen konservasi satwa fotografi pasuruan lingkungan hidup edukasi
Jurnalis Hukum & Kriminal

Faris adalah jurnalis yang fokus meliput isu-isu hukum dan kriminalitas. Lulusan Universitas Indonesia (UI), ia memiliki pemahaman mendalam tentang sistem peradilan dan penegakan hukum di Indonesia. Tulisannya menjadi rujukan bagi pembaca yang ingin memahami kompleksitas hukum dan kasus-kasus kriminal.